1. Jelaskan apa sebabnya pendatang baru (new entrants) merupakan suatu ancaman (threat)?
Jawab: Ancaman dari Pendatang Baru (Threat of New Entrants) Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut dengan hambatan masuk.
Pendatang baru dalam sebuah industry merupakan hal yang wajar terutama bila produk yang dihasilkan tidak membuituhkan investasi yang besar dan teknologi tinggi. Bertambahnya jumlah pesaing dalam usaha gorengan amat besar daripada usaha BBM. Industri sepatu Ciomas kewalahan oleh produk Cina yang membanjiri pasar setelah dibukanya era perdagangan bebas dengan Cina. Pemerintah kadang perlu untuk turun tangan dengan menciptakan entry barrier bagi produk asing yang diperkirakan dapat mematikan sebuah industry di negaranya. Sebagai pendatang baru perlu diputuskan apakah akan melakukan kompetisi murni atau kerjasama dengan organisasi yang telah lama eksis. Semakin besar factor entry barrier dalam suatu industry akan semakin sulit bagi pendatang baru untuk melakukan kompetisi maksimal, seperti yang dilakukan oleh Nexian yang memproduksi handphone yang hampir mirip dengan backberry. Nexian menggandeng Telkomsel untuk mengisi satu dari dua kartu CDMA yang ada pada produknya. Analisis ini memang beken dikumandangkan oleh Michael Porter. Dia itu mengembangkan konsep
competitive strategy. Tujuannya buat menganalisi persaingan bisnis. Disini dia pake lima aspek. Terus karena dirasa kurang lengkap menurut R.E Freeman maka dia tambahin aspek keenam. YAITU:
a. Skala ekonomi
Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya produksi (unit) yang tinggi padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih murah.
b.Diferensiasi Produk
indentifikasi merek menimbulkan hambatan karena memaksa pendatang baru untuk mengeluarkan biaya besar guna merebut kesetiaan pelanggan. Iklan, layanan pelanggan, menjadi yang pertama dalamindustri, dan diferensiasi produk merupakan beberapa factor yang menciptakan identifikasi merk.Dalam diferensiasi ini pendatang baru akan sulit datang atau akan jadi hambatan.
b. Kebutuhan Modal
keharusan menanamkan sumber daya keuangan yang besar agar dapat bersaing menimbulkan hambatan masuk, khususnya jika modal tersebut dibutuhkan untuk pengeluaran yang bersifat “tidak akan kembali”. Modal dibutuhkan bukan hanya untuk fasilitas tetap melainkan juga untuk kredit pelanggan, sediaan, dan penutup kerugian awal. Meskipun korporasi – korporasi raksasa memiliki sumber daya keuangan untuk menembus hampir semua industri, kebutuhan modal yang sangat besar dalam industri – industri tertentu, seperti pembuatan komputer dan ekstraksi mineral, membatasi kemungkinan pendatang baru. Untuk industry skala besar biasanya para pendatang itu bakalan sedikit. Jenis industry kayak manufacturing ato pokoknya indsutri yang memerlukan biaya riset dan eksplorasi besar. Seperti sector pertambangan kayak pertamina, P.T Freeport dan P.T Lapindo Brantas yang lagi panas karena lumpur panas.
d. Biaya peralihan (switching cost)
Switching cost adalah biaya yang dikeluarkan satu kalioleh pembeli, ketika ia berpindah dari satu pemasok ke pemasaok lain. Maksudnya disini hambatan masuk buat para pendatang dengan adanya biaya peralihan. Contohnya biar produk lebih murah dan bisa bersaing maka si pesaing itu mengubah pemasoknya. Nah, mengubah pemasoknya ini pasti timbul biaya baru. Nah inilah yang disebut biaya peralihan. Atau misalnya perusahaan pake OS Windows lalu pengen ganti ke Linux pasti kan biar semuanya optimal harus ada pelatihan dulu. disitulah biaya peralihannya.
e. Akses ke seluruh Distribusi
pendatang baru mungkin membutuhkaan penghalang masuk untuk mengamankan distribusi produksinya.jika saluran distribusi yang tepat sudah diisi oleh perusahaan lain,pendattang baru harus membujuk saluran tersebut untuk menerima produk-produknya untuk biaya produksi.
f. Independen ukuran kegiatan biaya
perusahaan yang sudah mapan mungkin memiliki keunggulan biaya yang tidak mudah ditiru oleh pendatang baru. Keunggulan ini mungkin merupakan berupa kekayaan pengetahuan produk yang dilindungi dengan paten , akses untuk bahan mentah yang lebih baik, atau subsidi pemerintah. Maksudnya mereka punya suatu hal yang ga bisa ditiru atao didapatkan. Misalnya teknologi yang sudah dipatenkan. Konsesi bahan baku,ato subsidi pemerintah.
g. Kebijakan Pemerintah
pemerintah dapat memberikan penghalang masuk ke suatu industri dengan menerapkan persyaratan lisensi dan membatasi akses kepada bahan baku. Pendatang baru bakalan sulit datang kalo disini pemerintah membatasi jumlah pemain dalam suatu industry. Misalnya, industry stasiun TV Swasta nasional. Contaoh lain: pemerintah AS membatasi akses pada pengeboran minyak lepas pantai untuk perusahaan perminyakan untuk mengurangi kontominasigaris pantai.
2. Pesaing sesama dalam industry
Disini kita mesti lihat berapa pesaing yang dimiliki ato kita masuk dalam pasar apa? Karena disitulah kebijakan perusahaan ditentukan. Pesaing sesame industry mesti dilihat dari segi jumlah, ukuran dan kekuatannya. Dan yang pasti jangan lupa soal tingkat pertumbuhan industri
3. Ancaman produk pengganti
Produk pengganti menjadi ancaman yang lumayan bahaya nih. Tapi sebelum mengganti biasanya sih mereka wajib mengeluarkan biaya peralihan (switching cost). Disini barang pengganti itu walopun beda tapi punya fungsi yang sama. Misalnya kita jualan Mie Baso nih, barang pengganti nya kayak Mie ayam, baso tahu dan batagor
4. Pembeli
Dalam hal ini pembeli punya kekuatan menawar. Atau misalnya pembeli tuh sekarang sudah bisa memproduksi barang konsumsinya sendiri. Dalam hal ini berarti biaya peralihannya kecil
5. Pemasok
Pemasok jadi punya peranan penting. Karena kalo harga dari pemasok naik maka biaya produksi kita pun otomatis naik. Ini bisa terjadi jika pemasok sedikit, tidak ada barang pengganti, produk dan servisnya unik jadi kalopun mau pindah perlu biaya peralihan
6. Stakeholder
Industri yang kita kelola pun harus melihat para stakeholder lain. Seperti pemerintah, kongsi dagang, serikat pekerja, lingkungan, masyarakat dan kreditur serta pihak-pihak yang punya kepentingan lainnya. Pengaruhnya pun bervariasi antara satu dengan yang lainnya.
Sebelum memformulasikan strategi kita perlu memperhatikan para pendatang baru atau calon pendatang baru yang akan masuk didalam industri dimana kita berada. Pendatang baru tersebut akan mengambil bagian dalam market share yang sedang kita perebutkan dalam industri. Disamping itu, pendatang baru akan memperbesar kapasistas produksi dalam suatu industri, yang akhirnya adalah barang dan jasa yang ditawarkan didalam industri ini akan lebih besar. Secara teori, semakin besar suply, apabila tidak diimbangi dengan penambahan demand, akan membuat daya tawar kita menurun. Artinya, pembeli produk kita akan memiliki lebih bayak pilihan sehingga daya tawarnya meningkat.
Sebagai contoh, sewaktu honda jazz bermain sendirian di dalam small mpv di Indonesia, kehadiran yaris jelas mengancam pasar yang sedang mereka bidik. Dan ternyata memang demikian, market share honda jazz menurun dengan hadirnya small mpv lain seperti Toyota Yaris, Hyundy Gets, Suzuki Swift, dll.
2. Dalam persaingan antar perusahaan kita harus memperhatikan faktor-faktor intensitas yang mempengaruhi, jelaslkan?
Jawab: Analisa persaingan adalah usaha mengidentifikasi ancaman, kesempatan atau permasalahan strategis (strategy question) yang terjadi akibat perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Analisa berguna untuk mendasari keputusan tentang produk yang dipasarkan agar kemudian diperoleh tingkat SCA tertentu. Analisa persaingan dimulai dengan pesaing umum dan selanjutnya pesaing potensial. Ada dua cara untuk mengidentifikasi pesaing umum. Yang pertama menguji perspekstif pelanggan dalam membuat pilihan diantara para pesaing. Tipe kedua adalah identifikasi dengan pendekatan yang berusaha menempatkan para pesaing kedalam kelompok-kelompok strategi dari dasar strategi persaingannya. Setelah para pesaing diidentifikasi, fokusnya adalah berusaha memahami mereka dan strateginya.
A. IDENTIFIKASI PESAING DENGAN PENDEKATAN PELANGGAN
Terdapat banyak contoh dari pesaing yang nyata dan mudah diidentifikasi dalam suatu industri. Sebagai contoh AQUA bersaing dengan perusahaan lain yang mengeluarkan produk air mineral seperti ADES, Zam-Zam. Disamping itu AQUA dapat juga mendefinisikan pesaingnya dengan alternatif kriteria sebagai berikut :
1. Minuman segar mengandung soda
2. Minuman botol
3. Minuman berkalori seperti 7UP
4. Minuman segar tanpa alkohol
5. Semua produk pengganti non alkoholik seperti minuman buah segar, minuman dalam kotak, susu, kopi dan teh.
6. Semua minuman yang dibeli mengandung produk pengganti seperti anggur dan bir.
Begitu pula dengan produk makanan dari kentang yang dibuat oleh perusahaan atau restauran untuk membuat campuran kentang yang berbeda dengan yang lain, dapat membuat analisa mengikuti tipe dari pesaing :
1. Produk kentang biasa.
2. Produk kentang tanpa air.
3. Seluruh kentang digunakan untuk membuat campurankentang.
4. Pengganti produk kentang, seperti french fries, dll.
5. Pengganti hidangan tepung seperti nasi dan pasta
6. Pengganti hidangan tambahan seperti sayuran.
Dari contoh-contoh tadi menghasilkan 3 prinsip :
1. Di banyak industri, pesaing dapat digunakan untuk menggambarkan dari sudut bagaimana kekuatan mereka bersaing dalam bisnis sebagai dasar analisa tersebut. Biasanya sebagian besar dimulai deari pesaing langsung, yang lain beranggapan lemahnya pesaing dan meskipun yang lain dari pesaing tidak langsung tetapi masih ada hubungannya. Pengetahuan ini dapat memperdalam pengetahuan/pengertian struktur pasar. Group-group peaing yang bersaing lebih intensif menghasilkan studi yang mendalam tetapi group-group pesaing yang lain masih memerlukan analisis.
2. Definisi dari group kompetitif akan tergantung dengan sedikitnya variable, dan itu mungkin dijadikan strategi yang penting untuk mengetahui pentingnya hubungan dari variable-variable tersebut.
3. Produk pengganti dapat berhubungan erat sekali. Sebagai contoh, nasi dan pasta merupakan pesaing nyata untuk kentang dan mempunyai dampak terhadap tingkat penjualan mereka dan struktur harga sebelum ini.
Pilihan Pelanggan dapat menjadi sebuah pengetahuan tentang bagaimana mengidentifikasi group-group akan dijadikan konsep praktis. Sebagai contoh seorang pembeli PEPSI dapat ditanyai merk apa yang dibeli jika persediaan PEPSI habis. Hal ini merupakan salah satu pendekatan yaitu memfokuskan pada pilihan konsumen.
B. MENGIDENTIFIKASI PESAING ; Kelompok Strateginya
Konsep tentang kelompok strategi mempunyai pendekatan yang sangat berbeda dengan struktur persaingan dalam sebuah industri. Kelompok strategi adalah kelompok usaha yang :
• Menjalankan strategi persaingan yang sudah lama (contoh: penggunaan saluran distribusi yang sama dan advertensi yang terus menerus).
• Mempunyai karakteristik yang sama (contoh: isi, agresifitas).
• Mempunyai asset dan skill yang sama.
C. PESAING-PESAING POTENSIAL
Sebagai tambahan pada pesaing-pesaing umum, penting kiranya mempertimbangkan pesaing potensial. Sumber-sumber pesaing potensial adalah :
1. Ekspansi Pasar.
Sebuah perusahaan yang mengembangkan usahanya di daerah lain atau negara lain. Sebagai contoh, sebuah perusahana makanan olahan yang melebarkan usahanya di daerah perbatasan.
2. Ekspansi Produk
Perusahaan sky besar seperti Rossignol, telah mengembangkan usaha membuat baju sky dan dipasarkan besar-besaran, lalu mengembangkan perlengkapan tenis yang berteknologi tinggi dan distribusi laba yang tinggi.
3. Integrasi ke belakang
Pembeli adalah sumber persaingan yang potensial. General Motor membeli berbagai pabrik komponen selama tahun-tahun perintisannya. Campbell Soup juyga melakukan integrasi ke dalam dengan membuat kontainer sendiri.
4. Integrasi ke depan
Pemasok juga pesaing potensial. ATS pabrik komputer terkemuka memakai usahanya sebagai pembuat komputer pada IBM komputer. Pemasok sangat percaya bahwa dia mempunyai resep untuk sukses di pasar, dengan mengontrol usahanya dengan cara integrasi ke luar/ke depan.
5. Ekspansi Asset atau skill
Pesaing yang mempunyai kelemahan strategis kritis dapat menjadi hebat jika dibeli perusahaan yang dapat mengurangi atau bahkan menghapus kelemahannya itu. Memperkirakan jalannya suatu usaha itu boleh jadi sulit, namun kadang-kadang dengan menganalisa kelemahan dan kelebihannya akan menimbulkan nilai tambah untuk melihatnya. Sebagai catatan, pesaing dari perusahaan yang rata-rata pertumbuhannya baik, tetapi yang tidak punya sumber finansial/manajerial untuk diraihnya, mungkin merupakan kandidat yang menarik untuk diajak kerjasama.
D. MEMAHAMI PESAING
Dengan mengerti pesaing dan segala aktivitasnya dapat memberikan beberapa keunggulan. (1) Dengan mengerti kekuatan dan kelemahan arus strategi pesaing itu dapat menawarkan kesempatan dan ancaman dan akan dapat menentukan respon yang baik. (2) Pengetahuan akan strategi kompetitif yang akan datang mungkin bisa memberikan proyeksi/prediksi dari ancaman dan kesempatan. (3) Sebuah keputusan tentang strategi alternatif bisa lebih mudah didapat dengan kemampuan meramal reaksi serupa dari pesaing kunci.
E. MENGUKUR KEKUATAN DAN KELEMAHAN PESAING
Dalam memahami pesaing perlu diketahui kaitan dengan Aset dan Skill. Kompetisi kekuatan dan kelemahan dasarnya adalah dari ada dan tidaknya kekayaan atau keahlian yang dimiliki. Reputasi nama yang telah dikenal dengan baik atau lokasi utama dapat menggambarkan kekuatan. Keahlian dapat sebagai kemampuan untuk mengembangkan program promosi yang kuat. Sebaliknya, ketidak adanya kekayaan atau keahlian dapat menggambarkan kelemahan.
F. MEMPEROLEH INFORMASI PARA PESAING
Informasi para pesaing biasanya bisa diperoleh dari bermacam-macam sumber. Pesaing biasanya berhubungan dengan penyedia, pelanggan dan penyalur dan badan pembuat serta badan pengatur pemerintah. Hubungan dengan yang lain dapat memberikan informasi. Memantau melalui majalah pertunjukan/pameran, memasang spanduk, pidato, laporan tahunan dan sejenisnya dapat memberikan informasi. Teknik pertemuan dan jurnal dapat memberi informasi tentang teknik pengembangan dan aktivitas. Seribu dari penerimaan data base oleh komputer sekarang digunakan untuk informasi terperinci pada pesaing dan fasilitas dapat dicapai.
dalam sebagian industri,perusahaan saling tergantung. Pesaingan yang digerakan oleh satu perusahaan dapat dipastikan mempengaruhi para pesaingnya dan mungkin menyebabkan pembalasan atau usaha-usaha perlawanan. Intensitas persaingan berhubungan dengan beberapa faktor:
Jumlah pesaing: pesaing sangat beraneka ragam atau tidak sama dalam ukuran dan kekuatan. Jika pesaing sangat bervariasi, seperti kasusdi rumah makan, ada banyak ruang bagi perusahaan untuk mencoba strategi-strategi baru yang kemudian ditiru oleh perusahaan lain. Jika para pesaing sama dalam hal ukuran, maka mereka akan saling mengamati secara hati-hati untuk memastikan bahwa mereka dapat menghadapi semua gerakan perusahaan pesaing.
Tingkat pertumbuhan industri: pertumbuhan industri yang cepat biasanya memberikan sejumlah kesempatan bagi banyak perusahaan utuk tumbuh didalamnya. Walaupun demikiian, ketika industri tumbuh secara perlahan, ada perusahaan yang tidak dapat melanjutkan pertumbuhan penjualannya kecuali ia mengambil ahli penjualan pesaing. Sebagai contoh, tturunya arus penumpang cenderung menimbulkan perang harga dalam industri penerbangan.
Karakteristik produk atau jasa: Jika produk atau jasa secara mendasar sama tanpa menghiraukan apa yang ditawarkan oleh perusahaan, maka produk atau jasa tersebut sama dengan komoditas, komoditas seperti padi atau minyak, biasanya digolongkan dalam beberapa kelas dan setiap golongan hanya bersaing pada harga dan layanan. Jika switching costs-nya rendah pelangan akan pindah dari satu pemasok ke pemasok lain untuk mengurangi biaya mereka, sehingah memperkuat persaingan antar pemasok. Sebagi contoh: orang-orang akan berlanganan pada penyewaan videotape tertentu karna lokasinya, pilihan yang bervariasi, dan harga. Mereka mengangap videotape dari satu tempat penyewaan sama dengan yang ditawarkan oleh tempat penyewaan lainnya.
Jumlah biayya tetap: Jika biaya tetap perusahaan tinggi, perusahaan sebaiknya memotong biaya total paling tidak untuk menutupi biaya tetapnya. Perusahaan penerbangan, sebagai conttoh, harus menerbangkan pesawat mereka sesuai jadwaltanpa menghiraukan berapa jumlah penumpangnya dalam satu penerbangan. Akibatnya, perusahaan penerbangan menjual murah harga tiket jika kursi pesawat kosong. Walaupun tiket tersebut tidak menutupi semua biaya pada suatu perjalanan, paling tidak dapat digunakan untuk kontribusi biaya tetap relatif dan bahan bakar, gaji awak pesawat terbang, dan administrasi, yang harus dibayar tanpa menghiraukan jumlah tiket yang terjual. Pada tingkat tertentu dimana produktidak dapat bertahan lama (seperti buah atau sayur segar)produk ini harus dijual berapapun yang harus disepakatisebelum produk menjadi rusak.
Kapasitas: Jika satu-satunya cara yang dapat digunakan oleh perusahaan unttuk meningkatkan volume adalah dengan meningkatkan kapasitas dengan membangunn pabrik baru, maka hali ini dapat terpenuhi jika kapasitas penuh pabrik baru mampu menjaga supa harga unit tetap sederharna mungkin.kemungkinan tersebut terutama kuat jika ada skala ekonomi pada pemanufakturan produk tersebut, misal pada microchip komputer. Oleh karna itu dalam jangka pendek, perusahaan mungkin akan memproduksi lebih dari permintaan pasar pada harga yang berlaku sekarang dan mungkin akan menurunkan harga, dengan harapan dapan menutup biaya-biaya dari sejumlah besar penjualan.
Tingginya penghalan untuk keluar: Penghalan keluar menjaga supaya perusahaan tidak keluar dari industri. Penghalang tersebut dapat berupa aset khusus atau loyalitas manajemen pada bisnis yang ada. Jika pada tingkat tertenttu perusahaan sulit keluar dari industri yang ada. Jika pada tingkat tertentu perusahaan sulit keluar dri industri yang ada, maka perusahaan akan meneruskan persaingan sepanjang ia tidak mengalami kerugian. Sementara manajemen mengharapkan waktu yang lebih baik. Dalam industri pembuatan bir, misalnya presentase perusahaan untuk meninggalkan industri sangat rendah karna hanya sedikit yang membuat bir.
Diversitas pesaing: Pesaing sering memiiliki banyak wilaya, strategi dan budhaya perusahaan. Mereka juga memiliki ide-ide yang sangat berbeda tentang bagaimana bersaing. Dan karna itu mereka sering melakukan jalan pintas dan tidak mengetahui tantangan yang ada disetiap posisi yang berlainan.
3. Disamping teori SWOT untuk memecahkan permasalahan, dalam suatu organisasi/ perusahaan, kita juga mengenal model 7S Mc.kinyes. jelaskan teori tersebut?
Jawab: Tujuh S adalah kerangka untuk menganalisa organisasi dan efektivitasnya. Melihat pada tujuh unsur utama yang membuat organisasi sukses, atau tidak: strategi; struktur; sistem; style; skills; staff; dan shared values.
Konsultan di McKinsey & Company mengembangkan model 7S pada akhir 1970-an untuk membantu manajer mengatasi kesulitan-kesulitan perubahan organisasi. Model ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan organisasi dan banyaknya variabel-variabel yang saling berhubungan yang terlibat membuat perubahan menjadi kompleks, dan bahwa upaya perubahan yang efektif harus menangani isu-isu ini secara simultan.
Model 7-S – Sebuah Pendekatan Sistem untuk Memperbaiki Organisasi
Model 7-S adalah alat bagi analisis dan tindakan manajerial yang memberikan struktur dengan mana untuk melihat perusahaan (organisasi) secara keseluruhan, sehingga masalah organisasi dapat didiagnosa dan strategi dapat dikembangkan dan diimplementasikan.
Diagram 7-S menggambarkan banyaknya unsur-unsur yang saling berhubungan yang mendefinisikan kemampuan organisasi untuk berubah. Teori ini membantu mengubah pemikiran manajer tentang bagaimana perusahaan (organisasi) dapat diperbaiki. Dikatakan bahwa tidak hanya sekedar persoalan merencanakan strategi baru dan mengikutinya. Juga bukan persoalan membentuk sistem baru dan membiarkannya membuat perbaikan.
Agar efektif, organisasi anda harus memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi, atau kesesuaian internal diantara semua tujuh S. Masing-masing S harus konsisten dengan dan memperkuat S lainnya. Semua S saling berhubungan, sehingga perubahan di satu S akan memiliki dampak pada semua S lainnya. Hal yang tidak mungkin untuk membuat kemajuan pada satu S tanpa membuat kemajuan pada semua S lainnya. Dengan demikian, untuk memperbaiki organisasi anda, anda harus menguasai pemikiran sistem dan memperhatikan ke semua tujuh unsur pada waktu yang sama.
Tidak ada titik awal atau hierarki tidak langsung – faktor-faktor yang berbeda dapat mendorong bisnis di organisasi manapun.
a. Shared Vision; Visi bersama yang melandasi berdirinya suatu organisasi. Visi ini merupakan suatu guideline bagi para anggota organisasi untuk tumbuh dan berkembang. Suatu visi yang baik adalah visi yang dapat dipahami dengan baik oleh anggotanya. Jika seorang anggota mengalami kesulitan untuk memahami visi organisasinya, maka dia akan cenderung mengambil langkah-langkah berdasarkan common sense-nya semata dan mungkin akan menjadikannya kontraproduktif terhadap kepentingan organisasi. Oleh karenanya, suatu visi yang baik, harus dipahami bersama (menjadi shared vision).
b. Structure; struktur organisasi (organizational structure) merupakan cerminan dari shared vision organisasi dalam upaya pencapaian sasaran dan tujuan organisasi secara optimal. Struktur yang sanggup mencerminkan shared vision dengan baik akan memberdayakan organisasi untuk mencapai sasaran dan tujuan tersebut. Oleh karena struktur organisasi bisnis dan non-for-profit cenderung sangat berbeda.
c. System; sistem yang dikembangkan organisasi juga bersumber pada shared vision yang ada. Sistem ini termasuk berbagai hal yang menyangkut perencanaan, implementasi, kontrol dan evaluasi, anggaran, dan penghargaan.
d. Staff; berdasarkan shared vision yang ada, organisasi membentuk personil di dalamnya (pengurus). Organisasi akan menentukan prasyarat orang-orang seperti apa yang dianggap sesuai dengan keberadaan dan tujuan organisasi. Sebagaimana diketahui, jika tujuan organisasi dan tujuan individu di dalamnya tidak searah, maka akan sangat sulit bagi organisasi tersebut untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
e. Skills; ketrampilan setiap individu di dalam organisasi merupakan unsur yang sangat penting bagi keberhasilan organisasi mencapai sasaran dan tujuannya dengan efektif dan efisien. Jika ketrampilan para pelaksana organisasi kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut untuk mewujudkan visinya, maka organisasi tersebut akan cenderung kontraproduktif. Oleh karenanya, skills merupakan cerminan dari core competence organisasi, karena strategi yang disusun juga merupakan refleksi atas skills yang ada.
f. Style; gaya manajemen (kepemimpinan) organisasi merupakan hasil perpaduan antara kelima elemen sebelumnya. Kelima elemen tersebut menentukan gaya kepemimpinan seperti apakah yang paling tepat agar organisasi dapat mencapai sasaran dan tujuannya secara efektif dan efisien. Gaya kepemimpinan yang kurang tepat dengan kelima elemen tersebut akan menyebabkan organisasi mnejadi gagal atau bahkan menuju kehancuran.
g. Strategy; tidak jauh berbeda dengan style, strategi organisasi dibangun berdasarkan shared vision dan keempat elemen yang melingkarinya secara langsung. Strategi suatu organisasi dimaksudkan agar organisasi dapat memiliki arahan yang jelas dan tegas tentang cara-cara yang dipakainya untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Tanpa strategi yang jelas, setiap organisasi akan berada pada kondisi seperti kapal yang berlayar tanpa pernah tahu ke mana akan berlabuh. Dalam organisasi bisnis, strategi merefleksikan kajian yang akurat tentang lingkungan bisnis, terutama tindakan/aktivitas saat ini dan akan datang dari para pesaing.
Contoh: KASUS
1. 1. Babak Baru
Merger besar-besaran yang dilakukan Compaq dengan DEC tak cuma soal peningkatan peringkat Compaq semata-mata, tetapi akan menjadikan perusahaan yang ‘hanya’ merupakan pemain generasi PC yang dikenal penuh dengan keliaran dan tipu- muslihat, menjadi sebuah perusahaan liga utama teknologi tinggi, yang berperan besar dalam memenuhi kebutuhan dunia sistem informasi yang kian kritis dan ruwet kebutuhannya tersebut. Merger akan menempatkan Compaq sebagai sebuah perusahaan yang mampu memenuhi semua kebutuhan akan perangkat keras dan lunak sistem informasi dari hulu ke hilir. bayangkan saja, Compaq bakal mampu menreima permintaan mulai dari komputer genggam yang harganya sekitar 600 USD sampai dengan server kelas super yang berkemampuan bebas kesalahan, yang harganya konon mencapai 2-juta USD sebijinya.
Compaq juga akan menjadi komandan atas regu-regu yang bergerak di sektor jasa servis dan konsultan sistem milik DEC yang saat ini berkekuatan sekitar 22-ribu personil. Semua juga sudah tahu, kalau ke- 22-ribu personil itulah yang selama ini sebagai pendukung dan berada di balik sukses aktivitas pengolahan data di berbagai korporasi raksasa di seantero dunia itu. Untuk diketahui pula, pasar inilah yang selama tiga tahun terakhir sangat diincar Compaq Perubahan-perubahan yang terjadi di dunia komputer saat ini bergerak sangat cepat, dengan berbagai isu pentingnya. Perusahaan-perusahaan lebih memilih untuk menukar sistem komputasinya dari penggunaan mainframe ke bentuk-bentuk server tangguh yang harganya lebih miring. Selain itu, pergantian milenium juga banyak mempengaruhi kebutuhan software baru yang mampu membantu perusahaan tersebut untuk bisa tetap lekat dengan jutaan simpanan data yang dimiliki saat ini. Secara bersamaan, perubahan-perubahan juga berlangsung amat cepat dari model pengolahan data jaringan biasa ke bentuk-bentuk operasi pengolahan data yang dekat-dekat ke Internet, yang sudah terbukti mampu mengantar olah data jaringan secara global tersebut. Pendekatan ke bentuk-bentuk jaringan Internet juga dengan maksud untuk lebih mendekatkan perusahaan ke para pelanggan maupun suplier. Pasar yang berlimpah saat itulah yang kini bakal dimasuki oleh Compaq yang telah mengakuisisi DEC. rasanya, Compaq bakal dengan leluasa untuk berkemampuan memenuhi permintaan di berbagai front pasar, dengan amunis marketing yang sulit .. disaingi, yaitu harga yang bersaing, sistem komputasi bertenaga, yang didukung oleh puluhan ribu kader-kader ahli di bidang konsultasi sistem serta instalasi untuk memelihara gerak maju kebutuhan di dunia teknologi tinggi (abad) mendatang. Langkah Compaq selanjutnya bukannya sebuah jalan mulus yang siap terkam, tetapi adalah sebuah jalan yang penuh tantangan. Dengan merger kekuatan antara Compaq dan DEC tersebut telah mengantarkan Compaq pada wilayah pasar kelas atas, yang selama ini menjadi dominasi dari sejumlah pemain beken, macam IBM, Hewlett Packard dan Sun Microsystems. Otot-otot Compaq diperkirakan akan semakin kukuh, dan berada dalam tataran yang seimbang dengan dua perusahaan yang selama ini mampu menyetir komputer ke arah maunya mereka, Microsoft dan Intel.
Pasar Microsoft dan Intel bukan pasar remeh. Dari Microsoft saja, sudah terbukti kalau perusahaan ini, melalui produk sistem operasi Windows-nya, telah menguasai pangsa sebesar 87% dari komputer dunia. Belum lagi Intel, yang chipnya telah terpasang di 89% komputer dunia, senilai 21-miliar USD. Duopoli itu bahkan punya julukan beken,Wintel.Compaq boleh dibilang sebagai penjaja terbesar untuk software sistem operasi Windows serta chip Intel. Maklum, Compaq aakan menjadi sebuah penghasil komputer PC yang terbesar nantinya. Jika sebelumnya Compaq masih belum main di papan atas, yang mengelola data dari manajemen inventori ke olah data keuangan yang kompleks, maka kini berkat dukungan para ahli DEC, yang dikenal memiliki armada ahli yang terlatih dalam mengoperasikan sistem operasi Windows NT. Tak kurang dari Bill Gates sendiri yakin, kalau para pelanggan Compaq masih akan menerima layanan khas Compaq yang menggunakan harga sebagai alat saing, bahkan untuk layanan kelas atas dari para personil DEC. Bill Gates yakin akan kemampuan unggul yang dimiliki Compaq dalam melakukan integrasi atas sistem yang ada saat ini. Gabungan kemampuan tiga perusahaan tersebut, Microsoft, Intel dan Compaq, diramalkan bakal menjadi sebuah kekuatan besar. Windows NT akan menemukan formatnya yang pas untuk mengganjal Unix, bahkan mainframe. Saat ini saja, Windows NT sudah menguasai pangsa sebesar 40%, naik 80% dari tahun silam. Trio ini jelas bakal beradu dada dengan IBM, Sun Microsystems, Silicon Graphics, serta perusahaan sejenis yang lain.
2. Penerapan E-commerce pada Perusahaan Compaq
E-Commerce adalah transaksi online dari pembelian dan penjualan produk dimana bisnis tersebut dilakukan melalui internet. E-commerce pada perusahaan Compaq bekerja sama dengan perusahaan Commerce One, Inc. Program e-commerce tersebut bernama The Commerce Chain Solution. The Commerce Chain Solution terdiri dari Commerce One BuySite dan Commerce One MarketSite. BuySite adalah aplikasi pada internet yang dapat bekerja secara otomatis dalam memproses order dari pelanggan. Sedangkan MarketSite adalah situs pasar yang dapat membuka jaringan dan memproses secara otomatis interaksi antara pelanggan dengan pemasok dari pemesanan sampai pembayaran produk. Dengan e-commerce, Compaq mendapatkan banyak manfaat antara lain efisiensi perusahaan meningkat, biaya operasional mengecil, dan mempunyai workflow yang bekerja secara otomatis.
3. HP Menargetkan Usaha Kecil dan Menengah dengan Penawaran Teknologi Baru
Jaringan Partner, Solusi HP yang Terjangkau Meningkatkan Dukungan Lokal, Keahlian dan Nilai Tambah bagi Pasar Usaha Kecil dan Menengah HP (NYSE:HPQ) hari ini meluncurkan penawaran teknologi baru ” mencakup sebuah jaringan partner, PC notebook, server untuk level pemula, serta serangkaian layanan terpadu ” untuk memberikan layanan, dukungan dan solusi yang dibutuhkan para usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengatasi kebutuhan bisnis yang nyata.
Penawaran ini merupakan kelanjutan dari peluncuran produk HP di bulan lalu, dimana HP memperluas portofolionya dengan produk dan layanan pencitraan (imaging) dan pencetakan yang dirancang khusus bagi usaha kecil.
” Pasar UKM sangatlah penting bagi HP ” ujar Robyn West, wakil presiden untuk pemasaran dan penjualan di pasar UKM, HP Personal Systems Group.”Pengumuman kami hari ini merupakan satu contoh lagi bagaimana HP selalu memberikan apa yang dibutuhkan para konsumen bisnis untuk tetap tumbuh dan berkembang: keandalan yang lebih tinggi, layanan dan dukungan yang lebih banyak, peningkatan keahlian lokal – semua ini dengan harga yang kompetitif. Hal inilah yang menjadikan HP perusahaan yang baik dan tepat untuk berbisnis dalam pasar usaha kecil dan menengah.”
Jaringan Partner Memberikan Dukungan Lokal, Dengan Solusi Khusus
Menyadari bahwa UKM sangat bergantung pada penyedia solusi teknologi lokal, HP meningkatkan program partnerONE-nya untuk mencakup berbagai manfaat baru yang dirancang untuk membantu para penyedia solusi lokal agar semakin efektif dan menguntungkan. Para anggota PartnerONE dengan jenis usaha kecil dan menengah dapat bergabung ke jaringan UKM partnerONE (saat ini terdapat di Amerika Serikat), untuk mendapatkan berbagai alat-alat, manfaat serta dukungan yang terfokus dan berguna, untuk membantu mereka memberikan solusi HP bagi para pelanggan mereka.
“Pembuatan Jaringan UKM partnerONE adalah satu contoh lain kepercayaan HP bagi para penyedia solusi sehingga mereka dapat memberikan solusi khusus dan keahlian lokal bagi para pelanggannya,” ujar Kevin Gilroy, wakil presiden dan manajer umum untuk wilayah Amerika, HP Commercial Channels.
5. Produk-produk Baru untuk Pasar UKM
HP memperkenalkan produk barunya yang dirancang khusus untuk pasar UKM, termasuk notebook PC HP Compaq nx9010, yang dapat dibeli melalui HP dan perusahaan penyedia solusi lokal. Dengan perkiraan harga jual di AS mulai dari $1.549,(1) notebook ini memberikan kinerja, keandalan dan kepraktisan dengan harga yang kompetitif.
Notebook ini menawarkan pilihan opsional teknologi nirkabel 54g, dan memberikan kecepatan transfer data yang lebih besar dengan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan teknologi LAN nirkabel lainnya. Hal ini memungkinkan para pengguna mobile untuk meningkatkan produktivitas saat bekerja atau saat dalam perjalanan. Teknologi nirkabel generasi baru ini juga lebih aman, mendukung berbagai fitur sekuriti, termasuk enkripsi WEP (wired equivalent privacy) 128-bit.
Selain itu, HP juga menampilkan HP Server tc2120 yang menjadi standar di industri ini, serta seri server HP ProLiant ML300, yang menyediakan sistem penyimpanan dan manajemen piranti lunak yang andal dan terjangkau bagi para pelanggan UKM, dalam model-model untuk level pemula. Server-server ini mempunyai perkiraan harga di AS mulai dari $549(1) dan dirancang untuk mengatur file, berbagi printer, menjadi host situs web, atau host sebuah database.
Untuk memastikan dukungan back-office yang kokoh, HP dan para penyedia solusinya memberikan solusi-solusi penyimpanan data untuk level pemula yang telah dirancang khusus untuk aplikasi bagi perusahaan yang sedang berkembang, dengan pusat data yang kecil dan lokasi kantor yang jauh.
Layanan Terpadu HP serta Sistem Sewa Guna Usaha (Leasing) Membantu UKM Terus Berkembang
Menurut berita yang diterbitkan dalam majalah CIO,(2) 42 persen perusahaan yang mengalami waktu kerusakan tak terduga, kehilangan sekitar $1.000 per jam waktu kerusakan itu terjadi. Dua puluh enam perusahaan kehilangan sekitar $10.000 per jam waktu kerusakan itu terjadi. Kerusakan yang tak terduga dapat menjadi beban mahal bagi semua jenis perusahaan – khususnya bagi UKM, yaitu perusahaan yang didefinisikan HP sebagai perusahaan yang memiliki kurang dari 1.000 karyawan. Portofolio HP dalam hal layanan terpadu – HP Care Pack – menyediakan dukungan yang dibutuhkan para pelanggan UKM dan memberikan lebih dari sekedar jaminan piranti lunak dan piranti keras dasar. Layanan HP Care Pack dirancang untuk membantu para pelanggan UKM dari waktu kerusakan yang tak terduga, yang dapat mengurangi produktivitas dan keuntungan mereka. Layanan yang mencakup jaminan sampai ke level pekerjaan yang penting ini dapat dibeli langsung dari HP atau melalui perusahaan penyedia solusi HP resmi pada saat pembelian produk dan dapat diperpanjang setelah jangka waktu awalnya habis. Untuk meningkatkan kelangsungan bisnis, HP Financial Services – perusahaan pembiayaan TI terbesar kedua di dunia – menawarkan pilihan sewa guna usaha (leasing) untuk membantu para usahawan kecil memanfaatkan modal investasi dan sumber daya mereka untuk berkembang. Sewa guna usaha juga memberi perlindungan jika TI mulai kuno atau ketinggalan jaman, serta perlindungan terhadap biaya dan kekuatiran akan akhir usia pakai teknologi tersebut.
7 . Kiprah Usaha Terbaru Menyediakan Peluang Kontrak Bagi UKM
HP semakin memperluas eksistensinya dalam pasar UKM dengan bermitra bersama Small Business Administration dan U.S. Chamber of Commerce di bulan Januari untuk meluncurkan Business Matchmaking Program. Diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para usahawan kecil untuk memenangkan kontrak bernilai miliaran dolar, program terobosan ini menyatukan para usahawan kecil dengan badan-badan pemerintahan dan perusahaan swasta untuk saling bertemu membicarakan peluang bisnis yang spesifik.” Inisiatif yang unggul di industri, misalnya seperti Business Matchmaking Program ini, menunjukkan komitmen kami dalam pasar UKM,” jelas West. “Bersama dengan para mitra bisnis, kami bisa memberikan pelanggan UKM suatu dukungan, keahlian, piranti lunak dan piranti keras yang andal, yang membedakan kami dari perusahaan lainnya. Singkatnya, para pelanggan HP ‘mendapat lebih’ dari investasi mereka.”
Tentang HP
HP adalah perusahaan penyedia produk, teknologi, solusi dan layanan global bagi konsumen dan bisnis. Rentang penawaran produk dan layanan perusahaan ini mencakup infrastruktur TI, komputer pribadi dan perangkat akses, layanan global serta pencitraan (imaging) dan pencetakan. HP telah menyelesaikan program akuisisi terhadap Compaq Computer Corporation pada tanggal 3 Mei 2002.
PEMBAHASAN
Knowledge Management adalah disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengumpulkan, mengorganisir, dan mengatur informasi agar para pekerja dapat bekerja dengan lebih cepat dan lebih efektif.
Tujuan penggunaan ilmu ini antara lain :
1. Menambah keuntungan perusahaan dan menopang inovasi-inovasi yang tercipta dengan membantu orang mengeluarkan idde-ide baru dengan lebih efektif.
2. Menambah keunggulan perusahaan dengan mengadaptasi perubahan pasar dengan cepat.
3. Meningkatkan efektifitas organisasi, meningkatkan jumlah profit, dan memperluas informasi.
4. Meningkatkan kompetensi perusahaan dengan mengurangi waktu pembelajaran untuk karyawan baru dan menjaga agar karyawan yang sudah bekerja tidak keluar dari perusahaan.
Compaq menerapkan knowledge management dengan 3 prinsip utama yaitu :
1. Mengembangkan intranet, kolaborasi infrastruktur, dan implementasi dari bisnis perusahaan.
2. Menyediakan pelayanan yang memiliki full-life cycle.
3. Bekerja sama dengan pelanggan untuk mendukung e-commerce, supply chain dan customer relationship management.
Berdasarkan prinsip tersebut, Compaq mempunyai beberapa program yang diterapkan dalam perusahaannya yaitu :
1. Compaq inline Ini adalah program intranet yang menyambungkan dengan website, database, messaging, aplikasi dokumen, laporan, dan lainnya.
2. Compaq services knowledge network Berisi 200.000 halaman informasi yang mencakup dunia. Masing-masing halaman di-manage oleh pemilik halaman yang menyimpan informasi terkini.
4. Mengapa setiap organisasi/ perusahaan perlu menyeimbangkan berbagai macam tujuan stakeholdernya. Jelaskan?
Jawab: Analisa stakeholder hendaknya dilakukan sedini mungkin pada awal program untuk mengidentifikasikan berbagai kelompok yang tertarik, berkait dan berminat dengan issue tertentu seperti kesehatan reproduksi, lingkungan dll. Dunia bisnis adalah dunia komitmen, di mana para stakeholder yang terkait dalam sebuah bisnis wajib untuk saling terikat secara moral dan etika, serta memelihara komitmen untuk tidak melalaikan dan merugikan stakeholder yang lain. Setiap stakeholder wajib menjaga kehormatan melalui integritas demi kepentingan para stakeholder yang lain. Sebab, bisnis hidup dari hubungan saling percaya dan saling mendukung.
Hubungan bisnis yang tidak tidak beretika biasanya cendrung merugikan para stakeholder yang posisi tawarnya lemah di bisnis tersebut. Hal ini disebabkan, para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan.
Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbedah, kecuali dalam hal pelayanan, di mana semua stakeholder memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil.
Para pengelola bisnis seharusnya bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan para stakeholder.
Seorang pendiri bisnis pasti bermaksud untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin buat dirinya. Keuntungan yang maksimal ini sangat tergantung dari loyalitas stakeholder kepada perusahaan. Khususnya, pelanggan, pemasok, dan karyawan.
Keberadaan stakeholder merupakan bagian dari mata rantai bisnis yang hadir dengan beragam misi, target, dan kepentingan. Dan untuk melayani semua kepentingan yang berbeda tersebut, para pengelola bisnis wajib menjalankan praktik bisnis berdasarkan etika bisnis yang berintegritas.
Dalam dunia bisnis hubungan antara para pengelola bisnis dengan pemegang saham adalah hubungan pegawai dan majikan, sedangkan hubungan antara pengelola bisnis dengan stakeholder adalah hubungan etika dan moral untuk tidak merugikan kepentingan masing-masing dalam bisnis. Persoalan muncul pada saat pengelola bisnis memprioritaskan keinginan dan tujuan dari para pemegang saham mayoritas. Mengingat kekuatan pemegang saham mayoritas sangat kuat untuk memberi perintah pada manajemen secara langsung, sedangkan stakeholder di luar shareholder adalah kepentingan yang tidak dapat langsung memiliki pengaruh pada manajemen.
Hubungan harmonis antara stakeholder adalah sebuah obsesi yang wajib diwujudkan oleh para pengelola bisnis, dan harus menjadi komitmen untuk menjaga kepentingan dari para stakeholder dalam sebuah lingkaran bisnis yang harmonis dan seimbang.
Menjaga kepentingan stakeholder haruslah menjadi kunci kekuatan dalam sebuah hubungan bisnis yang berintegritas tinggi. Sikap independen dan profesional dari pengelola bisnis untuk bertindak jujur dan adil kepada stakeholder adalah sebuah tindakan yang akan membuat perusahaan mendapatkan reputasi dan kredibilitas yang tinggi. Pengabdian para pengelola bisnis pada pemegang saham mayoritas adalah mutlak. Sebab, shareholder dengan kekuatan RUPS (rapat umum pemegang saham) secara absolut menentukan eksistensi dari para pengelola bisnis. Bila para pengelola bisnis tidak patuh pada pemegang saham, maka mereka berpotensi kehilangan jabatan dan fasilitas. Tetapi, hal ini bukanlah berarti para pengelola bisnis boleh melalaikan para stakeholder dan bertekuklutut pada setiap permintaan shareholder. Para pengelola bisnis harus selalu ingat bahwa suksesnya bisnis sangat dipengaruhi oleh stakeholder, khususnya para konsumen dan penyuplai. Jadi, pengelola bisnis tidak boleh kehilangan akal sehatnya dalam menjaga semua kepentingan shareholder dan stakeholder secara utuh dalam sebuah integritas yang adil dan bermoral tinggi.
Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting dalam dunia bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola bisnis, tanpa merugikan siapapun.
Tujuan dari analisis stakeholder
Analisis Stakeholder memiliki tujuan ganda. Informasi yang didapat dari analisis stakeholder adalah membantu dalam menciptakan solusi desain yang sesuai dengan konteks bisnis. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengguna bergerak desain pengalaman dalam konser dengan seluruh perusahaan. Kedua, analisis stakeholder membantu mendapatkan penerimaan yang lebih besar dari solusi desain. Tujuan ini dipenuhi bahkan ketika tidak mungkin untuk memenuhi tujuan pertama. Sebagai contoh, mempertimbangkan desain ulang situs e-commerce yang memiliki risiko menyebabkan pengurangan pendapatan langsung. Bahkan jika tidak ada cara untuk menghilangkan resiko pengurangan pendapatan, analisis stakeholder akan membantu praktisi pengalaman pengguna mengantisipasi apa yang keberatan dengan proyek ini dapat menjadi dan membangun kasus bisnis untuk menunjukkan mengapa mendesain ulang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang pendapatan. Diperingatkan adalah forearmed.
Salah satu tujuan analisis stakeholder adalah untuk mengantisipasi reaksi terhadap proyek, dan membangun ke dalam rencana tindakan seseorang yang akan membantu memenangkan dukungan untuk proyek tersebut. Pengguna pengalaman proyek sering mengalami kesulitan menarik dukungan dari manajemen dan tim pengembangan. Masalah ini sering timbul kemudian dalam siklus proyek, oleh stakeholder titik yang sudah mempunyai kesempatan untuk mengintai posisi mereka.
Contoh:Kartu Nilai untuk”Mengikuti”Para stakeholder
Kategori stakeholder Alat Ukur Jangka pendek yang memungkinkan Alat ukur Jangka Panjang yang memungkinkan
Pelanggan Penjualan($ dan volume)pelanggan baru jumlah pelanggan baru yang kebutuhannya terpenuhi(para”pencoba”) Pertumbuhan dalam penjualan perputaran berdasarkan pelanggan kemampuan untuk mengendalikan harga
Pemasok Biaya bahan mentah waktu pengiriman persediaan ketersediaan bahan mentah Tingkat pertumbuhan Biaya bahan mentah waktu pengiriman persediaan Ide-ide baru dari para pemasok
Komunitas Keuangan EPS
Harga saham
Jumlah dafar”yang membeli saham”
ROE Kemampuan untuk meyakinkan Wall street tentang strategi yang di tempuh pertumbuhan ROE
Karyawan Jumlah saran dari karyawan produktivitas jumlah desas desus yang berkembang Jumlah promosi internal keluar masuk karyawan
Dewan perwakilan rakyat(wakil rakyat) Jumlah peraturan yang mempengaruhi perusahaan Akses kepada tokoh kunci dan staf wakil rakyat Jumlah peraturan baru yang mempengaruhi industri Rasio antara pertemuan antara wakil rakyat yang menghasilkan”kerja sama”vs.”menjadi pesaing
Lembaga perwakilan konsumen Jumlah pertemuan dengan lembaga perwakilan konsumen jumlah pertemuan “yang penuh permusuhan”
Jumlah kerjasama yang di hasilkan
Jumlah tuntutan hukum terhadap perusahaan Jumlah perubahan dalam
Kebijakan terhadap lembaga perwakialn konsumen jumlah bantuan yang diberikan kepada lembaga perwakilan konsumen
Para pencinta Lingkungan Jumlah pertemuan pencinta lingkungan jumlah pertemuan”yang penuh permusuhan”jumlah kerjasama yang di hsilkan
Jumlah keluhan yang ditrima dari EPA
Jumlah tuntutan hukum terhadap perusahaan Jumlah perubahan dalam kebijakan terhadap pencinta lingkungan
Jumlah bantuan yang diberikan kepada pencinta limgkungan
Disusun oleh:
Ani Farihatunniswah
(N200710029)
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
kewajiban seorang mahasiswa dan mahasiswi adalah mengerjakan tugas kulia dan hadir tepat waktu pada saat kuliah. tapi bukan hanya itu aja,kulia yang sekedar datang untuk absen atau tatap muka saja mendengarkan dosen bicara tanpa meperdalam apa materi yang tersampaikan....ingat kawan semua itu tidak ada gunanya... kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi itu harus berfikir kedepan,intelektual dan dapat beradaptasi dimana pun berada.
Senin, 24 Mei 2010
Rabu, 28 April 2010
tugas SIM
BAB 1
Sistem Informasi Manajemen
A.Pengertian Manajemen Sistem Informasi (MSI)
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh
manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat
penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat
alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila
kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil
keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak
informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain
sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem baru.
Fungsi Manajemen
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :
1.Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Manajer dapat disampaikan sebagai pemimpin. Ada 3 (tiga) tingkat/ level managemen:
1. Manajemen line atas
2. Manajemen line tengah
3. Manajemen line bawah
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
B. Organisasi Dan Informasi
Kegiatan manajemen merupakan informasi dengan berkembang pesatnya teknologi alat mengolah data komputer dan teknologi peralatan komunikasi, maka pekerja informasi dan pelayanan masyarakan memerlukan data-data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat.
Informasi adalah data yang diolah dengan cara tertentu sesuai dengan data yang diperlukan. Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi [1]. Namun demikian istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Pengelompokan organiisasi berdasarkan kepemilikannya dibagi menjadi 3 kelompok:
1. Organisasi milik pemerintah
2. Organisasi milik swasta
3. Organisasi milik kemasyarakatan
Tujuan Organisasi adalah mencari keuntungan (profit) dan tidak mecari keuntungan (non profit).
Fungsi manajemen dapat dikelompokan sebaggai berikut:
1. Perencanaan (planing) yang terdiri dari fungsi perencanaan (butgeting)
2. Pelaksanaan (oprating) yang terdiri dari fungsi pengarah (directing) pengiatan (actuiting) pengorganisasian (organizing) dan koordinasi (coordinating).
3. Pengawasan (controling) yang terdiri dari fungsi-fungsi pengawasan penilaian (evaluating) dan pelaporan (reporting).
Kegiataorganisasi kelompok unit kerja menjadi 2 kelompok yang sederharna:
1. Kegiatan subtatif
2. Kegiatan fasilitatif
Kegiatan subtatif adalah kegiatan unit kerja yang berrhubungan dengan unit kerja utama disaat organisasi.
Kegiatan Fasilitatif adalah kelompok unit-unit kerja yang berhubungan dengan pekerja pendekatan dalam pekerja organisasi.
Kegiatan Organisasi dibagi 4 tingkat (level):
1. Line oprasional
2. Manajemen kine atas
3. Manajemen line b\tengah
4. Manajemen line bawah
C. kebutuhan Akan Informassi
Informasi merupakan hal yang dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif dibandingkan dengan data. Informasi yang diperoleh melalui suatu sistem dan teknologi merupakan suatu pengetahuan yang akan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
Pada suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :
Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, server, dan printer.
Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan keluaran yang dikehendaki.
Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, data grafis, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
D. Pekerja MSI
Pekerja MSI berkembang 4 proses sesuai pengembangan oleh data yaitu:
Zaman MSI:
1. Dikerjakan secara manual
2. Dikerrjakan dengan alat mesin manual
3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik
4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer)
Lingkup Pekerja MSI Dalam Bentuk Diagram
Fakta
Kejadian
Kegiatan organisasi
Transaksi
dll
Data
Internal/Eksternal
hasil penelitian
data lingkungan
beban peralatan
rekaman kegiatan
Proses /Transfortasi/manipulasi
bentuk pengolahan
klasifikasi
sortir
kalkulasi
penyimpulan alat pengolah
manual
mesin manial
mesin elektronik
kapasitas
Informasi
Laporan Modal deskriptik Bentuk statistik
Keputusan
Teknis Taktis Strategis
Program/Kegiatan
Perencanaan Plaksanaan Evaluasi
Tujuan Organisasi
BAB 2
Analisis Sistem Informasi
A. Pendekatan System
Pekerja dapat berkerja dengan baik dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh prilaku organisasi . demikian juga dalam pekerjaan dan kerjasama informasi. Pendekatan sistem merupakan bagian dari prilaku keorganisasian (organitation behavoir). Pada study prilaku keorganisasian terdapat 3 teoti dominan (schooles): kelompok pakar (schools art)
Prilaku keorganisasian dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Manajemen Ilmiah (scientific managemen)
2. Hubungan manusia (humman relation)
3. Sistem (sysems)
GABUNGAN MASING” SCHOOLS
Pendekatan Manajemen Ilmiah Frederik W Tailor (1911)
Henry fayol (19490)
Luther Goliat
Lymdal F. Urwick (1937)
Pendekata Hubungan Manusia
(humman relation) Chester I Bermard (1938)
Elthom Mayo (1960)
Sistem (sytems) Domiel kayz
Robert L.Kahm (1964)
James A.Miler (1972)
B. Konsep Sistem
Didalam suatu Organisasi terdapat arus Informasi yang berjalan dari satu unit ke unit lainnyaagar masing-masing unit dapat bekerja mencapai tujuan masing-masing untuk kemudian secara bersama-sama saling mendukung mencapai tujuan organisasi.
Kerjasama informasi harus berjalan dengan lancar antara kantor satu dengan kantor lainnya dalam organisasi yang sama. Misalnya, antara kantor pusat dan kantor cabang atau kantor perwakilan serta antara kantor cabang atau kantor perwakilan dengan kantor cabang atau perwakilan lainnya dalam lingkup organisasi yang sama.
Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. Contoh, sistem tata surya, sistem irigasi, sistem informasi, sistem tubuh manusia dengan subsistem, seperti peredaran darah, saraf, otak peencanaan dst.
Model sistem terdiri dari 4elemen subsistem:
1. Masukan
2. Pengolahan
3. Keluaran
4. Umpan balik
Umpan balik/kontrol
Pada umumnya setiap sistemi terdiri dari 4 elemen subsistem. Yang dimaksud dengan sistem adalah semua kegiatan yang mengunakan pendekatan sistem, termaksud subsistem, sub-sub sistem dst.
Sistem dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Sistem terbuka
2. Sistem tertutup
Sistem terbuka adalahsistem yang pekerjaanya dapat dipengaruhi faktor-faktor luar. Contohnya: sistem cuaca, sistem saraf, sistem peredaran darah, komputer permesinan dll.
Sistem tertutup adalah sistem yang bekerjanya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Contoh: sistem pekerjaan lab untuk proses kimia. Penyebutan sistem penutup itu kurang tepat karna sistem yang namanya tertutup itu tetap akan dipengaruhi oleh faktor luar. Sudah sifat sistem yaitu saling berkaitan,saling ketergantungan,dalam sistem yang sama maupun dengan sistem yang lain. Yang lazim disebut makro sistem.
Misaknya: Sistem Komputer dan sistem pemesinandipengaruhi oleh sistem tenaga listrik/ tenaga manusia.
C. Hubungan antar subsistem
Sebagaimana sudah diuraikan diatas bahwa tiap-tiap organisasi membagi pekerjaanya kedalam fungsi-fungsi organisasi.
Setiap fungsi (unit) tersebut memerlukan data dari unit lain atau dari luar organisasi untuk membantu penyelesaian pekerjaan.
SISTEM INFORMASI SATU UNIT KERJA
Umpan balik
D. Pekerjaan Informasi Subsistem
1. Subsistem Fungsional
Mengelompokan subsistem-subsistem fungsional. Misalnya (produksi manufaktur, pemasaran, keuangan dan personalia.
a. Subsistem produksi
1. Manajemen inventory
2. Penjadwalan
3. Oprasi
4. Teknis
5. Pengiriman dan penerimaan
6. Pembelian
7. Pengendalian mutu
b. Subsistem pemasaran
1. Riset pasar
2. Pengembangan ptoduk
3. Penentuan harga
4. Promosi
5. Manajemen penjualan
c. Subsistem keuangan
1. Pengangaran
2. Akumulasi biaya
3. Manajemen dana
4. Akuntansi keuangan
5. Rekening penerimaan
6. Rekening pembayaran
BAB 3
Manajemen Dan Informasi
Dalam manajemen informasi kita akan mengolah data menjadi informasi sesuai dengan keperluan manajemen sebagai proses kegiatan dan keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen line bawah, tengah dan atas. Agar informasi sesuai dengan keperluan manajemen dan manajer. Maka pada bab ini akan dibahas masalah manajemen yang berkaitan dengan informasi manajemen yaitu dalam bentuk materi.
A. Poses Manajemen
Menurut pakar manajemen Mary Parker Follet. Bahwa manajemen adalah the art of getting thing done through people. Dengan kata lain manager mengkoordinasikan orang lain untuk bekerja mencapai tujuan yang mungkin tidak tercapai bila dikerjakan secara individual. Dengan demikian manajemen didevinisikan sebagi aplikasi dari fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personil, pengarahan dan pengawasan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif.
Secara oprasional dapat didevinisikan bagwa manajemen adalah proses pengkoordinasikan mengintregasikan, menyederharnakan mensunmkronisasikan (coordinating, intreegation, simplification, synchronization /KISS) sumber daya manusia, material, dan metode (Men, Meterials, method/3M).
Dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengiatan, pengawasan dll. Agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
B. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen yang baru lebih berorientasipada pendekatan hubungan antar manusia seperti fungsi manajemen (guiding) penyuluan (conceling), konsultasi (consulting), pelayanan (servicing), koreksi (korecting) penilaian ( evalution) dsb,
Beberapa fungsi manajemen pokok:
1. Perencanaan (plenning) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan pereencanaan penyusunan tujuan.
2. Pengorganisasian (organizing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan pengelompokan personil dan tugasnya untuk menjalani pekerjaanya sesuai tugas dan misinya.
3. Pengaturan personil, berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personil unit masing-masing manajemen sampai ppada kegiatan. Seperti sleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan, dan konpersasi sebagian dari bantuan unit pada unit personalia.organisasi dalam pengembangan SDM.
4. Pengarahan (Directing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan “tugas” dan intruksi.
5. Pengawasan (controling) adalah kegiatan manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan, sudah sampai tujuan,sudah sampai sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dan perencanaan yang belum mencapai kemajuan serta melakukan koreksibagi pelaksanaan yang belum terselesaikan sesuai dengan rencana.
BAB 4
Data
Dalam kontek informasi data dipakai sebagai keterangan yang masih mentah. Data yang sudah diolah, sesuai dengan keperluan misi (keperluan manajemen) diseb, disebut informasi.
Data pada media modern, seperti vita magnetic, disket dll, tidak dapat diberikan tanda tangan asli, sehingah tidak dikatakan data otentik.
Data otentik adalah data yang tanda tangan asli dengan tinta bukan fotocopi,film, fax, telegram telex, media komputer, atau fotonya.
Pada umumnya terdapat pada media tradisional seperti:
a. Bukti storan bank
b. Bukti transfer uang
c. Kuwitansi
d. Cek dll
Bukti transaksi barang:
a. Surat muatan (bil of bullding)
b. Surat perintah penyerahan barang
c. Data barang (packing list)
d. Tanda terima barang
e. Resep dookter
Bukti komunikasi:
a. Surat resmi
b. Surat pesanan
c. Surat perjanjian
d. Laporan
Data otentik gunanya:
a. Sebagai fakta pengingat
b. Bukti administrasi
c. Bukti hukum
d. Bukti sejarah
e. Bukti dokumentasi
Arti data menurutt isinya adalah keterangan / bukti mengenai suatu kenyataan , masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum diolah.
HUBUNGAN FAKTOR DATA, ARSIF DAN DOKUMENTASI
Direkam /Dicatat
Disimpan
Diproses
Keluaran
B. Jeis-jenis data
Data dapat dikelompokan menjadi 2:
1. Data statis
2. Data dinamis
Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah / jarang berubah.
Misalnya: a. Identitas (nama orang), organisasi, tempat.
b. kode nomer (nomer KTP, rekening, pegawai/ karyawan, mahasiswa, asuransi, kartu kredit, no telphone).
Data dinamis adalah data yang selalu berubah-ubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat/ lama (semesteran) dll. Data tersebut sering dikatakan pemerajaan (updateting data).
Pada pemasukan dan opengolahan data, kedua data tersebut pada umumnya bergabung dalam satu masukan (entri). Kelompok data yang disimpan.
Misal:
A. Tabungan
B. Data gaji
C. Data kepangkatan
D. Data nilai mahasiswa
Berdasarkan sifatnya data dikelompokan menjadi 2:
1. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dengan hitungan bilangan.
2. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan tetapi diukur dengan data bilangan.
Sumber data dikelompokan menjadi 2 yaitu:
1. Data internal
Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi sendiri yaitu organisassi pusat , kantor canbang.
2. Data eksternal
Data eksterternal adalah yang berasal dari luar organisasi.
Misalnya: biro pusat statistik (BPS), biro sensus nasional, news latter.
Berdasarkan isinya baik internal maupun eksternal dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Catatan kegiatan
2. Hasil penelitian
3. Data lingkungan
4. Data peraturan
BAB 5
Alat Pengolah Data
A. Jenis Pengolahan Data
Jenis pengolahan data dikelompokkan menjadi 4 :
1. Manual
2. Mesin Manual
3. Mesin Elektrik
4. Elektronik
Manual adalah alat pengolah data yang tidak bersifat mekanis yang dikerjakan dengan tangan manusia, seperti goresan dan pengelompokkan.
Mesin Manual adalah alat pengolah data mekanis mesin yang digerakkan olleh tenaga manusia. Misalnya, mesin kalkulator manual, mesin ketik, sempoa, mesin cetak, mesin hitung garis, jam putar dan mesin tenun.
Mesin elektrik adalah alat pengolah data mekanis ( mesin ) yang digerakkan dengan tenaga listrik termasuk batu baterai, mesin kalkulator, mesin ketik listrik, mesin cetak listrik, dan lain-lain.
B. Pekerjaan Pengolahan Data
Data dibagi menjadi 4 jenis pengolahan :
a. Klasifikasi
b. Sortir
c. Kalkulasi
d. Kesimpulan
C. Komputer
Komputer adalah alat pengolahan data elektronik tidak bersifat mekanisme / mesin.
Sebelum ditemukan komputer komputer pekerjaan informasi yang paling rumit adalah pada unit keuangan dan akuntansi, oleh karena itu sistem informasi itu berada pada unit keungan dan akuntansi. Komputer adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang diperlukan.
Manusia Pengolah Data
Pada kenyataan bagian pekerjaan, dan pemikiran manusia dalam pengolahan data lebih penting karena komputer hanyalah sebagai pembantu.
Otak Manusia
Otak manusia terdiri dari :
1. Otak kiri
2. Otak kanan
Pengontrolan Silang Otak Manusia
Otak sisi Otak sisi
kanan kiri
tubuh kanan
tubuh kiri
Para peneliti melakukan studi secara cermat, otak terdiri dari dua sisis( sisi kanan dan sisi kiri ) sistem syaraf dihubungkan dengan otak secara silang, otak kiri mengontrol tubuh bagian kanan, otak kanan mengontrol tubuh bagian kiri. Pada studi mengenai penanganan kanan dan penanganan kiri para peneliti juga menemukan perbedaan cara masing-masing sisi memproses informasi bukti-bukti menunjukkan bahwa cara pikir ( verbal ) dan analistis sedangkan otak kanan non verbal dan global atau umum. Otak kiri adalah bersifat karakteristik dalam analisis tujuan kinerja, sedangkan otak kanan bagus dalam pengkategorian dan penamaan.
Otak kanan bertipe pandangan subjektif sedangkan otak kiri berpandangan objektif terhadap kejadian dan kegiatan. Otak kiri memndangn suatu secara faktual, sedangkan otak kanan memandang suatu secara intuitif atau perasaan.
Perbedaan pola pikir antara otak kiri dan otak kanan
Otak Kiri Otak Kanan
Objektif
Verbal
Analisis
Faktual
Berurutan
Kausal
Logis
Resmi
Pelaksana Subjektif
No Verbal
Global
Intuitif
Simultan
Non Kausal
Tidak Logis
Tidak Resmi
Perencanaan
Komputer
Adanya komputer telah menimbulkan revolusi dalam pekerjaan informasi.
Perkembangan komputer ( generasi komputer ):
1. Generasi pertama ( 1946-1958 ) mulai memperkenalkan ENIAC ( electronic, numerical, integrator, dan calculator ) komputer besar dan luas beratnya lebih dari 16 ton dari 30 ton dioperasikan oleh Rp. 18.000 tabung gas kosong.
2. Generasi kedua ( 1959-1964 ) ditandai dengan penggunaan transistor yaitu penghubung kecil yang mengontrol arus listrik.
3. Generasi ketiga ( 1965-1977 ) mualai memperkenalkan generasi yaitu kepingan silikon ( silikon cheep ) yang berisikan berlusi-lusi transistor tipis yang saling berhubungan.
4. Generasi keempat ( 1971 sampai sekarang ) mulai dengan sirkuid integrasi berskala luas/large.
5. Generasi kelima, teknologi komputer sekarang sudah memasuki ke-5 sebagai hasil dari berkembangnya sirkuid integrasi skala sangat luas.
Mikro Komputer
Mulai dibuat tahun 1970, mengikuti mesin-mesin besar mulanya digunakan untuk transaksi. Tahun 1981 terjadi terobosan lain yaitu EIBM memperkenalkan PC
Jaringan Komputer
Pada pertengahan awal 1980 mikro komputer mulai dihubungkan bersama dengan menggunakan modem-modem perangkat lunak komunikasi dan perangkat lunak jaringan.
Jenis-jenis Komputer
A. Mainframe
Komputer terbesar dan tercepat dengan kapasitas penyimpanan terbesar adalah mainframe. Bisnis besar dan kantor pemerintah memakai mainframe untuk memproses dan menyimpan data dengan jumlah yang sangat banyak.
B. Mini Komputer
Mini komputer adalah persi mainframe yang lebih kecil, lebih lambat. Banyak perusahaan-perusahaan kecil yang menggunakan mini komputer karena dengan harga $10.000 atau lebih biaya komputer tersebut jauh lebih rendah dari mainframe.
C. Mikro Komputer/komputer personal
Adalah lebih kecil, kurang bertenaga dan biayanya lebih murah dari mini komputer. Mikro komputer menggunakan tabung panas katode ( CRT ) yang merupakan alat peraga visual yang dapat memperlihatkan data pada layar seperti layar televisi/monitor, suatu papan pengetik karakter ( keyboard ) seperti pada mesin ketik.
D. Efesiensi dan Efektifitas
Komputer melakukan pengolahan data agar menjadi informasi yang sesuai dengan keperluan unit masing-masing, siap digunakan kapan saja, dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin baik pengolahan dengan biaya yang sesuai.
Keuntungan pemakaian alat pengolah komputer antara lain :
1. Efisiensi lebih tinggi
2. Pengawasan kegiatan dapat dilakukan lebih tertib
3. Biaya lebih rendah
4. Kesalahan lebih sedikit
5. Meningkatkan pelayanan pelanggan
6. Memudahkan perencanaan dan pengorganisasian kegiatan operasional dan distribusi
7. Keputusan yang berdasarkan informasi akan lebih mudah dibuat
8. Mengurangi pemakaian petugas ketatausahaan
BAB 6
Komputer Personal
Komputer personal adalah suatu unit sistem komputer erkegunaan umu yang berdiri sendiri yang sangat penting yang berisikan satu atau lebih alat pengolah mikro, yang dioperasikan oleh sekelompok kecil orang. Komputer note book/komputer tas/komputer pangku( laptop komputer ) adalah model terakhir industri komputer personal.
Perangkat Keras Komputer Personal Komputer
Beberapa komponen yang menjadi perhatian adalah :
1. Proses mikro ( Micro Processor ) yaitu alat simpan/memori utama
2. Alat simpan kedua ( Interpases )
3. Papan ketik ( Keyboard )
4. Alat peraga ( Display )
5. Alat cetak ( Printer )
6. Alat tambahan ( Rerip Herals )
1. Proses Mikro
Yaitu CPU ( Central Processor Unit ) pada suatu keping ( chip ) silikon tunggal adalah merupakan otak dari mikro komputer. Karena tugasnya adalah menghitung, membuat keputusan logis dan mengontrol pengolahan ( Procesing ) maka prosesor mikro merupakan penerima utamadari kekuatan ( Power ) dan kecepatan penghitungan suatu sistem.
Jenis-jenis prosesor mikro :
1. Zilog Z80 : P.M 8 bit yang paling banyak digunakan pada mikro komputer.
2. MOS Technologi 6502, digunakan dalam beberapa micro computer.
3. Intel 8086/8088 famili
4. Motorolla 68000 Procesor mikro 32 bit merupakan chip yang sangat cepat dan bertenaga sebagai pesaing intel 8086/8088
2. Alat Simpan Utama
• RAM ( Random Acces Memory ) digunakan untuk alat simpan utama ( primary stories ) karena data yang disimpan pada tiap-tiap lokasi dapat langsung dibaca/ditulis pada waktu bersamaan. RAM digunakan dalam unit-unit yang berisikan 1024 bit.
• ROM ( Random Only Memory ) adalah jenis alat simpan non volatil yaitu yang hanya ditulis 1 kali kecuali dibuat lain.
3. Alat simpan kedua, diperlukan sebagai bagian dari setiap sistem micro komputer. Contoh, vita kaset, cardred, ROM, disket, profi dan hardisk.
4. Interpases adalah suatu hubungan dengan sebuah alat CPU komputer dengan sebuah alat di bawah control CPU. Contoh : drive, discket, keyboard, monitor, alat cetak, plotter, modem dan alat input grafik.
Perangkat Lunak Personal Komputer
5 nama perangkat lunak :
1. Microsoft
2. Lotus
3. Micro Pro
4. Digital Riset
5. Aston fate
Evolusi komputer
Komputer besar = Mianframe ( perusahaan-perusahaan ).
Mianframe yang lebih besar adalah supercomputer ( perhitungan ilmiah ).
Era komputer modern = mini computer ( lebih kecil dari mainframe ) contoh : IBM AS/400.
Selanjutnya muncul komputer mikro ( micro computer ) dengan ciri khusus mempunyai chip yang disebut micro processor.
Dan yang dikenal saat ini adalah diproduksinya komputer personal ( PC ) yang selain dipakai di perusahaan juga diperuntukan bagi pemakai rumahan.
Generasi terakhir munculnya laptop, note book dan palm top. Laptop lebih berat dari pada note book, namun keduanya memiliki dimensi ukuran yang relatif kecil. Palmtop lebih ringan lagi, bisa dimuat dalam saku.
Jenis yang lebih kecil lagi adalah jenis pen computer antara lain PDA.
Penyimpanan primer ( Primary Storage ) berisi data yang sedang diolah dan program yang sedang bekerja ( daftar intruksi yang mengolah data ). Contoh : RAM, ROM, Chace Memory.
Penyimpanan sekunder ( Secondary Storage ) menyediakan tempat penyimpanan data dan program saat tidak digunakan. Contoh : disket, hardisk.
Program yang disimpan disebut koleksi perangkat lunak ( software library ). Data yang disimpan disebut Basis Data ( database ).
Unit Input
• Keyboard
• Alat petunjuk ( mouse, track ball, touch screen, light pen, unit remote control )
• Alat pembaca Optic ( OCR : Optical Character Recognition )
• Alat pembaca Magnetic ( MICR : Magnetic Inc Character Recognition )
• Unit pengenal suara ( speech recognition unit )
Unit Output
• Layar tampilan atau monitor ( display screen )
• Layar cetakan : line printer, character printer, non-impact printer, page printer
• Plotter ( suara )
• Microfon ( suara )
• Output grafik
Perangkat Lunak
Sistem operasi ( operating system )
Menjadwalkan tugas
Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak
Menjaga keamanan sistem
Membagi pakai sumber daya ( multi-processing dan multi-programming )
Menangani intrupsi
Menyimpan catatan pemakaian
Program Utility
Penerjemah Bahasa
Bahasa generasi pertama-Bahasa Mandarin
Bahasa generasi kedua-Assembler
Bahasa generasi ketiga-Compiler dan Interpreter
Bahasa generasi keempat-Bahasa Ilmiah, Non-Procedural
Program Aplikasi ( Paket Siap Pakai )
Kemudahan bagi pemakai dalam perangkat lunak
Dialog terpandu
Menu mode
Model tanya jawab
Grapichal user interface ( GUI )
BAB 7
PERANGKAT KOMPUTER
1. Perangkat Keras ( Hardware )
Perangakt keras adalah semua peralatn yang ada dalam suatu kegiatan pengolahan data. Perangkat keras digunakan untuk menjalankn funsi-funsi penyiapan data, pemasukan data, perhitungan, pengawasa [erhitungan, penyimpanan, dan pengeluaran (presentasi atau peragaa) hasil.
1. Melaluai terminal yang terdiri dari layar komputer seperti monitor tv dan alat masukan. Alat masukan yang umum suatu papan ketik atau keyboard untuk memasukan data atau perintah. Alat masukan lain, seperti disket, pita magnetic, kartu berlubang, optikal skender, seperti untuk membaca kode produk pasar swalayan, mouse dan alat pengenla suara.
2. Unit pengolahan pusat (central processing unit / CPU) atau jantung computer mengontrol seluruh sistem computer. CPU berisikan perangkat keras elektronik yang menjalankan oprasional computer terdiri dari 3 komponen yaitu:
1. Memori utama (menyimpanan data)
2. Unit aritmatika logika (arithmatic and logic unit/ ALU)
3. Unit control membimbing oprasional computer
3. Keluaran
Adalah perangkat keras yang memperagakan permintaan computer atau data yang sudah di proses informasi (print out)
2. Alat Simpan
1. Pita magnetik digunakan untuk mencatat, menyimpan dan membunyikan musik pada sistem setereo di rumah, sama dengan yang digunakan komputer.
2. Piringan magnetik
a. Floppy disk
Komputer mikro umumnya menggunakan satu atau lebih disk drive (disket/ fleksibel disk) terbuat dari plastik mylar yang fleksibel
b. Hardisk adalah sebuah plat alumunium yang di balut dengan suatu magnetic oxside atau medium film metalik yang tipis.
3. Disk optik
a. Read Only
Disk optik read only disebut juga CD ROM (Compact Disk Read Only Memory) teknologi yang sama dengan disk audio CD
b. Write Once
Disebut juga sebagai WORM atau tulis sekali baca berulang kali.
c. Reversible
Memiliki kualitas optik yang dapat diubah-ubah, dan dapat digunakan seperti disk magnetik baik untuk merekam, menghapus, dan merekam kembali berulang-ulang.
C. Perangakat Lunak
Tanpa perangkat lunak, perangkat keras / hardware komputer tidak dapat digunakan
1. Sistem Pengoperasian
Elemen yang menggabungkan perangkat keras dan perengkat secara bersama dalam suatu integrasi disebut sistem pengoperasian (operasi system) / OS dan merupakan perangakat lunak dan mudah di gunakan yang diperlukan pada pemakaian komputer.
a. Penyediaan Layanan
• Penggunaan bersama perangkat keras diantara para pemakai
• Memungkinkan para pemakai menggunakan program dan data secara bersama
• Membuat para pemakai dapat melindungi data mereka
• Memberi fasilitas pengoperasian masukkan, keluaran dan penyimpan kedua
• Memperbaiki kesalahan
b. Bertindak sebagai penghubung
OS berfungsi sebagai penghubung ( interpes ) dalam dua tingkat.
2. Bahasa Pemrograman
Adalah serangkaian simbol-simbol dan aturan pemakaian yang di gunakan untuk mengarahkan pengoperasian komputer Input dan output.
a. Bahasa Mesin
b. Bahasa Rakitan
c. Bahasa Tingkat Tinggi
1. Fortran
Yaitu bahasa yang terkenal di kalangan ilmuwan, insinyur, dan ahli matematika karena sederhana, ringkas, standar, efisien dan ketepatan angka.
2. Cobol
Yaitu bahasa yang digunakan secara luas pada bisnis dan dicatat atas kemampuannya menangani volume masukan dan keluaran data alfanumerik yang besar, pemakaian mesin yang bebas, dan pernyataannya dalam bahasa Inggris yang mudah.
3. Basic
Yaitu bahasa yang sederhana yang mudah dipelajari dan digunakan.
4. Pascal
Yaitu bahasa tingkat tinggi untuk keperluan yang bersifat umum.
5. C
Yaitu bahasa yang potabel untuk keperluan umum yang sederhana tapi cerdas, dan memungkinkan pemakai mengerjakan sesuatu yang biasa dikerjakan oleh bahasa rakitan.
6. Ada
Yaitu bahasa baru dan bertenaga yang digunakan untuk problem-problem yang berskala luas, yang dibuat oleh Departement of Defense Amerika Serikat.
7. Bahasa Tingkat Tinggi Lainnya
Yaitu bahasa yang berorientasi pada problem, didesain agar pemakai mudah menangani tugas bisnis umum seperti membuat laporan dan meremajakan file
d. Bahasa Nonprosedur ( Nonprocedural Language )
D. Paket Aplikasi
Paket aplikasi adalah satu kumpulan beberapa program atau subprogram yang berkaitan yang didesain untuk menyelesaikan beberapa rangkaian tugas spesifik.
1. Keuntungan
a. Instalasi Cepat
b. Fungsinya jelas
c. Harg murah
d. Pembaharuan dan revisi
e. Familiaritas
2. Jenis paket aplikasi
a. Paket WP
b. Speradsheet Elektronik
c. Paket File Manajer dan Database
d. Paket grafik
e. Paket matematika
f. Paket model dan simulasi
g. Integrasi perangkat lunak
1. Paket perangkat lunak terintegrasi
2. Paket pengintegrasi perangkat lunak
h. Paket bisnis dan keungan
Apliaksi computer yang sangat terkenal adalah :
1. Daftar penggajian
2. Pengarsipan
3. Pengawasan persediaan
4. Penjadwalan
5. Pengolahan pesanan
ANI FARIHATUNNISWAH
N200710029
SKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
Sistem Informasi Manajemen
A.Pengertian Manajemen Sistem Informasi (MSI)
Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh
manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat
penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat
alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila
kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami
ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil
keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan
mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak
informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain
sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan
langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan
dalam mendesain sistem baru.
Fungsi Manajemen
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal.
Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen - POLC :
1.Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Manajer dapat disampaikan sebagai pemimpin. Ada 3 (tiga) tingkat/ level managemen:
1. Manajemen line atas
2. Manajemen line tengah
3. Manajemen line bawah
Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang
menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
B. Organisasi Dan Informasi
Kegiatan manajemen merupakan informasi dengan berkembang pesatnya teknologi alat mengolah data komputer dan teknologi peralatan komunikasi, maka pekerja informasi dan pelayanan masyarakan memerlukan data-data dan informasi juga mengalami kemajuan pesat.
Informasi adalah data yang diolah dengan cara tertentu sesuai dengan data yang diperlukan. Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi [1]. Namun demikian istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.
Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.
Pengelompokan organiisasi berdasarkan kepemilikannya dibagi menjadi 3 kelompok:
1. Organisasi milik pemerintah
2. Organisasi milik swasta
3. Organisasi milik kemasyarakatan
Tujuan Organisasi adalah mencari keuntungan (profit) dan tidak mecari keuntungan (non profit).
Fungsi manajemen dapat dikelompokan sebaggai berikut:
1. Perencanaan (planing) yang terdiri dari fungsi perencanaan (butgeting)
2. Pelaksanaan (oprating) yang terdiri dari fungsi pengarah (directing) pengiatan (actuiting) pengorganisasian (organizing) dan koordinasi (coordinating).
3. Pengawasan (controling) yang terdiri dari fungsi-fungsi pengawasan penilaian (evaluating) dan pelaporan (reporting).
Kegiataorganisasi kelompok unit kerja menjadi 2 kelompok yang sederharna:
1. Kegiatan subtatif
2. Kegiatan fasilitatif
Kegiatan subtatif adalah kegiatan unit kerja yang berrhubungan dengan unit kerja utama disaat organisasi.
Kegiatan Fasilitatif adalah kelompok unit-unit kerja yang berhubungan dengan pekerja pendekatan dalam pekerja organisasi.
Kegiatan Organisasi dibagi 4 tingkat (level):
1. Line oprasional
2. Manajemen kine atas
3. Manajemen line b\tengah
4. Manajemen line bawah
C. kebutuhan Akan Informassi
Informasi merupakan hal yang dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif dibandingkan dengan data. Informasi yang diperoleh melalui suatu sistem dan teknologi merupakan suatu pengetahuan yang akan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
Pada suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :
Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, server, dan printer.
Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan keluaran yang dikehendaki.
Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, data grafis, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
D. Pekerja MSI
Pekerja MSI berkembang 4 proses sesuai pengembangan oleh data yaitu:
Zaman MSI:
1. Dikerjakan secara manual
2. Dikerrjakan dengan alat mesin manual
3. Dikerjakan dengan alat mesin elektrik
4. Dikerjakan dengan elektrik (komputer)
Lingkup Pekerja MSI Dalam Bentuk Diagram
Fakta
Kejadian
Kegiatan organisasi
Transaksi
dll
Data
Internal/Eksternal
hasil penelitian
data lingkungan
beban peralatan
rekaman kegiatan
Proses /Transfortasi/manipulasi
bentuk pengolahan
klasifikasi
sortir
kalkulasi
penyimpulan alat pengolah
manual
mesin manial
mesin elektronik
kapasitas
Informasi
Laporan Modal deskriptik Bentuk statistik
Keputusan
Teknis Taktis Strategis
Program/Kegiatan
Perencanaan Plaksanaan Evaluasi
Tujuan Organisasi
BAB 2
Analisis Sistem Informasi
A. Pendekatan System
Pekerja dapat berkerja dengan baik dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh prilaku organisasi . demikian juga dalam pekerjaan dan kerjasama informasi. Pendekatan sistem merupakan bagian dari prilaku keorganisasian (organitation behavoir). Pada study prilaku keorganisasian terdapat 3 teoti dominan (schooles): kelompok pakar (schools art)
Prilaku keorganisasian dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Manajemen Ilmiah (scientific managemen)
2. Hubungan manusia (humman relation)
3. Sistem (sysems)
GABUNGAN MASING” SCHOOLS
Pendekatan Manajemen Ilmiah Frederik W Tailor (1911)
Henry fayol (19490)
Luther Goliat
Lymdal F. Urwick (1937)
Pendekata Hubungan Manusia
(humman relation) Chester I Bermard (1938)
Elthom Mayo (1960)
Sistem (sytems) Domiel kayz
Robert L.Kahm (1964)
James A.Miler (1972)
B. Konsep Sistem
Didalam suatu Organisasi terdapat arus Informasi yang berjalan dari satu unit ke unit lainnyaagar masing-masing unit dapat bekerja mencapai tujuan masing-masing untuk kemudian secara bersama-sama saling mendukung mencapai tujuan organisasi.
Kerjasama informasi harus berjalan dengan lancar antara kantor satu dengan kantor lainnya dalam organisasi yang sama. Misalnya, antara kantor pusat dan kantor cabang atau kantor perwakilan serta antara kantor cabang atau kantor perwakilan dengan kantor cabang atau perwakilan lainnya dalam lingkup organisasi yang sama.
Sistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. Contoh, sistem tata surya, sistem irigasi, sistem informasi, sistem tubuh manusia dengan subsistem, seperti peredaran darah, saraf, otak peencanaan dst.
Model sistem terdiri dari 4elemen subsistem:
1. Masukan
2. Pengolahan
3. Keluaran
4. Umpan balik
Umpan balik/kontrol
Pada umumnya setiap sistemi terdiri dari 4 elemen subsistem. Yang dimaksud dengan sistem adalah semua kegiatan yang mengunakan pendekatan sistem, termaksud subsistem, sub-sub sistem dst.
Sistem dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Sistem terbuka
2. Sistem tertutup
Sistem terbuka adalahsistem yang pekerjaanya dapat dipengaruhi faktor-faktor luar. Contohnya: sistem cuaca, sistem saraf, sistem peredaran darah, komputer permesinan dll.
Sistem tertutup adalah sistem yang bekerjanya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Contoh: sistem pekerjaan lab untuk proses kimia. Penyebutan sistem penutup itu kurang tepat karna sistem yang namanya tertutup itu tetap akan dipengaruhi oleh faktor luar. Sudah sifat sistem yaitu saling berkaitan,saling ketergantungan,dalam sistem yang sama maupun dengan sistem yang lain. Yang lazim disebut makro sistem.
Misaknya: Sistem Komputer dan sistem pemesinandipengaruhi oleh sistem tenaga listrik/ tenaga manusia.
C. Hubungan antar subsistem
Sebagaimana sudah diuraikan diatas bahwa tiap-tiap organisasi membagi pekerjaanya kedalam fungsi-fungsi organisasi.
Setiap fungsi (unit) tersebut memerlukan data dari unit lain atau dari luar organisasi untuk membantu penyelesaian pekerjaan.
SISTEM INFORMASI SATU UNIT KERJA
Umpan balik
D. Pekerjaan Informasi Subsistem
1. Subsistem Fungsional
Mengelompokan subsistem-subsistem fungsional. Misalnya (produksi manufaktur, pemasaran, keuangan dan personalia.
a. Subsistem produksi
1. Manajemen inventory
2. Penjadwalan
3. Oprasi
4. Teknis
5. Pengiriman dan penerimaan
6. Pembelian
7. Pengendalian mutu
b. Subsistem pemasaran
1. Riset pasar
2. Pengembangan ptoduk
3. Penentuan harga
4. Promosi
5. Manajemen penjualan
c. Subsistem keuangan
1. Pengangaran
2. Akumulasi biaya
3. Manajemen dana
4. Akuntansi keuangan
5. Rekening penerimaan
6. Rekening pembayaran
BAB 3
Manajemen Dan Informasi
Dalam manajemen informasi kita akan mengolah data menjadi informasi sesuai dengan keperluan manajemen sebagai proses kegiatan dan keperluan manajer sebagai pimpinan manajemen line bawah, tengah dan atas. Agar informasi sesuai dengan keperluan manajemen dan manajer. Maka pada bab ini akan dibahas masalah manajemen yang berkaitan dengan informasi manajemen yaitu dalam bentuk materi.
A. Poses Manajemen
Menurut pakar manajemen Mary Parker Follet. Bahwa manajemen adalah the art of getting thing done through people. Dengan kata lain manager mengkoordinasikan orang lain untuk bekerja mencapai tujuan yang mungkin tidak tercapai bila dikerjakan secara individual. Dengan demikian manajemen didevinisikan sebagi aplikasi dari fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personil, pengarahan dan pengawasan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif.
Secara oprasional dapat didevinisikan bagwa manajemen adalah proses pengkoordinasikan mengintregasikan, menyederharnakan mensunmkronisasikan (coordinating, intreegation, simplification, synchronization /KISS) sumber daya manusia, material, dan metode (Men, Meterials, method/3M).
Dengan mengaplikasikan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pengiatan, pengawasan dll. Agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
B. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen yang baru lebih berorientasipada pendekatan hubungan antar manusia seperti fungsi manajemen (guiding) penyuluan (conceling), konsultasi (consulting), pelayanan (servicing), koreksi (korecting) penilaian ( evalution) dsb,
Beberapa fungsi manajemen pokok:
1. Perencanaan (plenning) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan pereencanaan penyusunan tujuan.
2. Pengorganisasian (organizing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan pengelompokan personil dan tugasnya untuk menjalani pekerjaanya sesuai tugas dan misinya.
3. Pengaturan personil, berkaitan dengan kegiatan bimbingan dan pengaturan kerja personil unit masing-masing manajemen sampai ppada kegiatan. Seperti sleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan, dan konpersasi sebagian dari bantuan unit pada unit personalia.organisasi dalam pengembangan SDM.
4. Pengarahan (Directing) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan “tugas” dan intruksi.
5. Pengawasan (controling) adalah kegiatan manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan, sudah sampai tujuan,sudah sampai sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dan perencanaan yang belum mencapai kemajuan serta melakukan koreksibagi pelaksanaan yang belum terselesaikan sesuai dengan rencana.
BAB 4
Data
Dalam kontek informasi data dipakai sebagai keterangan yang masih mentah. Data yang sudah diolah, sesuai dengan keperluan misi (keperluan manajemen) diseb, disebut informasi.
Data pada media modern, seperti vita magnetic, disket dll, tidak dapat diberikan tanda tangan asli, sehingah tidak dikatakan data otentik.
Data otentik adalah data yang tanda tangan asli dengan tinta bukan fotocopi,film, fax, telegram telex, media komputer, atau fotonya.
Pada umumnya terdapat pada media tradisional seperti:
a. Bukti storan bank
b. Bukti transfer uang
c. Kuwitansi
d. Cek dll
Bukti transaksi barang:
a. Surat muatan (bil of bullding)
b. Surat perintah penyerahan barang
c. Data barang (packing list)
d. Tanda terima barang
e. Resep dookter
Bukti komunikasi:
a. Surat resmi
b. Surat pesanan
c. Surat perjanjian
d. Laporan
Data otentik gunanya:
a. Sebagai fakta pengingat
b. Bukti administrasi
c. Bukti hukum
d. Bukti sejarah
e. Bukti dokumentasi
Arti data menurutt isinya adalah keterangan / bukti mengenai suatu kenyataan , masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum diolah.
HUBUNGAN FAKTOR DATA, ARSIF DAN DOKUMENTASI
Direkam /Dicatat
Disimpan
Diproses
Keluaran
B. Jeis-jenis data
Data dapat dikelompokan menjadi 2:
1. Data statis
2. Data dinamis
Data statis adalah jenis data yang umumnya tidak berubah / jarang berubah.
Misalnya: a. Identitas (nama orang), organisasi, tempat.
b. kode nomer (nomer KTP, rekening, pegawai/ karyawan, mahasiswa, asuransi, kartu kredit, no telphone).
Data dinamis adalah data yang selalu berubah-ubah baik dalam frekuensi waktu yang singkat/ lama (semesteran) dll. Data tersebut sering dikatakan pemerajaan (updateting data).
Pada pemasukan dan opengolahan data, kedua data tersebut pada umumnya bergabung dalam satu masukan (entri). Kelompok data yang disimpan.
Misal:
A. Tabungan
B. Data gaji
C. Data kepangkatan
D. Data nilai mahasiswa
Berdasarkan sifatnya data dikelompokan menjadi 2:
1. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dengan hitungan bilangan.
2. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dihitung dengan hitungan bilangan tetapi diukur dengan data bilangan.
Sumber data dikelompokan menjadi 2 yaitu:
1. Data internal
Data internal adalah data yang berasal dari dalam organisasi sendiri yaitu organisassi pusat , kantor canbang.
2. Data eksternal
Data eksterternal adalah yang berasal dari luar organisasi.
Misalnya: biro pusat statistik (BPS), biro sensus nasional, news latter.
Berdasarkan isinya baik internal maupun eksternal dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Catatan kegiatan
2. Hasil penelitian
3. Data lingkungan
4. Data peraturan
BAB 5
Alat Pengolah Data
A. Jenis Pengolahan Data
Jenis pengolahan data dikelompokkan menjadi 4 :
1. Manual
2. Mesin Manual
3. Mesin Elektrik
4. Elektronik
Manual adalah alat pengolah data yang tidak bersifat mekanis yang dikerjakan dengan tangan manusia, seperti goresan dan pengelompokkan.
Mesin Manual adalah alat pengolah data mekanis mesin yang digerakkan olleh tenaga manusia. Misalnya, mesin kalkulator manual, mesin ketik, sempoa, mesin cetak, mesin hitung garis, jam putar dan mesin tenun.
Mesin elektrik adalah alat pengolah data mekanis ( mesin ) yang digerakkan dengan tenaga listrik termasuk batu baterai, mesin kalkulator, mesin ketik listrik, mesin cetak listrik, dan lain-lain.
B. Pekerjaan Pengolahan Data
Data dibagi menjadi 4 jenis pengolahan :
a. Klasifikasi
b. Sortir
c. Kalkulasi
d. Kesimpulan
C. Komputer
Komputer adalah alat pengolahan data elektronik tidak bersifat mekanisme / mesin.
Sebelum ditemukan komputer komputer pekerjaan informasi yang paling rumit adalah pada unit keuangan dan akuntansi, oleh karena itu sistem informasi itu berada pada unit keungan dan akuntansi. Komputer adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang diperlukan.
Manusia Pengolah Data
Pada kenyataan bagian pekerjaan, dan pemikiran manusia dalam pengolahan data lebih penting karena komputer hanyalah sebagai pembantu.
Otak Manusia
Otak manusia terdiri dari :
1. Otak kiri
2. Otak kanan
Pengontrolan Silang Otak Manusia
Otak sisi Otak sisi
kanan kiri
tubuh kanan
tubuh kiri
Para peneliti melakukan studi secara cermat, otak terdiri dari dua sisis( sisi kanan dan sisi kiri ) sistem syaraf dihubungkan dengan otak secara silang, otak kiri mengontrol tubuh bagian kanan, otak kanan mengontrol tubuh bagian kiri. Pada studi mengenai penanganan kanan dan penanganan kiri para peneliti juga menemukan perbedaan cara masing-masing sisi memproses informasi bukti-bukti menunjukkan bahwa cara pikir ( verbal ) dan analistis sedangkan otak kanan non verbal dan global atau umum. Otak kiri adalah bersifat karakteristik dalam analisis tujuan kinerja, sedangkan otak kanan bagus dalam pengkategorian dan penamaan.
Otak kanan bertipe pandangan subjektif sedangkan otak kiri berpandangan objektif terhadap kejadian dan kegiatan. Otak kiri memndangn suatu secara faktual, sedangkan otak kanan memandang suatu secara intuitif atau perasaan.
Perbedaan pola pikir antara otak kiri dan otak kanan
Otak Kiri Otak Kanan
Objektif
Verbal
Analisis
Faktual
Berurutan
Kausal
Logis
Resmi
Pelaksana Subjektif
No Verbal
Global
Intuitif
Simultan
Non Kausal
Tidak Logis
Tidak Resmi
Perencanaan
Komputer
Adanya komputer telah menimbulkan revolusi dalam pekerjaan informasi.
Perkembangan komputer ( generasi komputer ):
1. Generasi pertama ( 1946-1958 ) mulai memperkenalkan ENIAC ( electronic, numerical, integrator, dan calculator ) komputer besar dan luas beratnya lebih dari 16 ton dari 30 ton dioperasikan oleh Rp. 18.000 tabung gas kosong.
2. Generasi kedua ( 1959-1964 ) ditandai dengan penggunaan transistor yaitu penghubung kecil yang mengontrol arus listrik.
3. Generasi ketiga ( 1965-1977 ) mualai memperkenalkan generasi yaitu kepingan silikon ( silikon cheep ) yang berisikan berlusi-lusi transistor tipis yang saling berhubungan.
4. Generasi keempat ( 1971 sampai sekarang ) mulai dengan sirkuid integrasi berskala luas/large.
5. Generasi kelima, teknologi komputer sekarang sudah memasuki ke-5 sebagai hasil dari berkembangnya sirkuid integrasi skala sangat luas.
Mikro Komputer
Mulai dibuat tahun 1970, mengikuti mesin-mesin besar mulanya digunakan untuk transaksi. Tahun 1981 terjadi terobosan lain yaitu EIBM memperkenalkan PC
Jaringan Komputer
Pada pertengahan awal 1980 mikro komputer mulai dihubungkan bersama dengan menggunakan modem-modem perangkat lunak komunikasi dan perangkat lunak jaringan.
Jenis-jenis Komputer
A. Mainframe
Komputer terbesar dan tercepat dengan kapasitas penyimpanan terbesar adalah mainframe. Bisnis besar dan kantor pemerintah memakai mainframe untuk memproses dan menyimpan data dengan jumlah yang sangat banyak.
B. Mini Komputer
Mini komputer adalah persi mainframe yang lebih kecil, lebih lambat. Banyak perusahaan-perusahaan kecil yang menggunakan mini komputer karena dengan harga $10.000 atau lebih biaya komputer tersebut jauh lebih rendah dari mainframe.
C. Mikro Komputer/komputer personal
Adalah lebih kecil, kurang bertenaga dan biayanya lebih murah dari mini komputer. Mikro komputer menggunakan tabung panas katode ( CRT ) yang merupakan alat peraga visual yang dapat memperlihatkan data pada layar seperti layar televisi/monitor, suatu papan pengetik karakter ( keyboard ) seperti pada mesin ketik.
D. Efesiensi dan Efektifitas
Komputer melakukan pengolahan data agar menjadi informasi yang sesuai dengan keperluan unit masing-masing, siap digunakan kapan saja, dengan kualitas dan kuantitas yang terjamin baik pengolahan dengan biaya yang sesuai.
Keuntungan pemakaian alat pengolah komputer antara lain :
1. Efisiensi lebih tinggi
2. Pengawasan kegiatan dapat dilakukan lebih tertib
3. Biaya lebih rendah
4. Kesalahan lebih sedikit
5. Meningkatkan pelayanan pelanggan
6. Memudahkan perencanaan dan pengorganisasian kegiatan operasional dan distribusi
7. Keputusan yang berdasarkan informasi akan lebih mudah dibuat
8. Mengurangi pemakaian petugas ketatausahaan
BAB 6
Komputer Personal
Komputer personal adalah suatu unit sistem komputer erkegunaan umu yang berdiri sendiri yang sangat penting yang berisikan satu atau lebih alat pengolah mikro, yang dioperasikan oleh sekelompok kecil orang. Komputer note book/komputer tas/komputer pangku( laptop komputer ) adalah model terakhir industri komputer personal.
Perangkat Keras Komputer Personal Komputer
Beberapa komponen yang menjadi perhatian adalah :
1. Proses mikro ( Micro Processor ) yaitu alat simpan/memori utama
2. Alat simpan kedua ( Interpases )
3. Papan ketik ( Keyboard )
4. Alat peraga ( Display )
5. Alat cetak ( Printer )
6. Alat tambahan ( Rerip Herals )
1. Proses Mikro
Yaitu CPU ( Central Processor Unit ) pada suatu keping ( chip ) silikon tunggal adalah merupakan otak dari mikro komputer. Karena tugasnya adalah menghitung, membuat keputusan logis dan mengontrol pengolahan ( Procesing ) maka prosesor mikro merupakan penerima utamadari kekuatan ( Power ) dan kecepatan penghitungan suatu sistem.
Jenis-jenis prosesor mikro :
1. Zilog Z80 : P.M 8 bit yang paling banyak digunakan pada mikro komputer.
2. MOS Technologi 6502, digunakan dalam beberapa micro computer.
3. Intel 8086/8088 famili
4. Motorolla 68000 Procesor mikro 32 bit merupakan chip yang sangat cepat dan bertenaga sebagai pesaing intel 8086/8088
2. Alat Simpan Utama
• RAM ( Random Acces Memory ) digunakan untuk alat simpan utama ( primary stories ) karena data yang disimpan pada tiap-tiap lokasi dapat langsung dibaca/ditulis pada waktu bersamaan. RAM digunakan dalam unit-unit yang berisikan 1024 bit.
• ROM ( Random Only Memory ) adalah jenis alat simpan non volatil yaitu yang hanya ditulis 1 kali kecuali dibuat lain.
3. Alat simpan kedua, diperlukan sebagai bagian dari setiap sistem micro komputer. Contoh, vita kaset, cardred, ROM, disket, profi dan hardisk.
4. Interpases adalah suatu hubungan dengan sebuah alat CPU komputer dengan sebuah alat di bawah control CPU. Contoh : drive, discket, keyboard, monitor, alat cetak, plotter, modem dan alat input grafik.
Perangkat Lunak Personal Komputer
5 nama perangkat lunak :
1. Microsoft
2. Lotus
3. Micro Pro
4. Digital Riset
5. Aston fate
Evolusi komputer
Komputer besar = Mianframe ( perusahaan-perusahaan ).
Mianframe yang lebih besar adalah supercomputer ( perhitungan ilmiah ).
Era komputer modern = mini computer ( lebih kecil dari mainframe ) contoh : IBM AS/400.
Selanjutnya muncul komputer mikro ( micro computer ) dengan ciri khusus mempunyai chip yang disebut micro processor.
Dan yang dikenal saat ini adalah diproduksinya komputer personal ( PC ) yang selain dipakai di perusahaan juga diperuntukan bagi pemakai rumahan.
Generasi terakhir munculnya laptop, note book dan palm top. Laptop lebih berat dari pada note book, namun keduanya memiliki dimensi ukuran yang relatif kecil. Palmtop lebih ringan lagi, bisa dimuat dalam saku.
Jenis yang lebih kecil lagi adalah jenis pen computer antara lain PDA.
Penyimpanan primer ( Primary Storage ) berisi data yang sedang diolah dan program yang sedang bekerja ( daftar intruksi yang mengolah data ). Contoh : RAM, ROM, Chace Memory.
Penyimpanan sekunder ( Secondary Storage ) menyediakan tempat penyimpanan data dan program saat tidak digunakan. Contoh : disket, hardisk.
Program yang disimpan disebut koleksi perangkat lunak ( software library ). Data yang disimpan disebut Basis Data ( database ).
Unit Input
• Keyboard
• Alat petunjuk ( mouse, track ball, touch screen, light pen, unit remote control )
• Alat pembaca Optic ( OCR : Optical Character Recognition )
• Alat pembaca Magnetic ( MICR : Magnetic Inc Character Recognition )
• Unit pengenal suara ( speech recognition unit )
Unit Output
• Layar tampilan atau monitor ( display screen )
• Layar cetakan : line printer, character printer, non-impact printer, page printer
• Plotter ( suara )
• Microfon ( suara )
• Output grafik
Perangkat Lunak
Sistem operasi ( operating system )
Menjadwalkan tugas
Mengelola sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak
Menjaga keamanan sistem
Membagi pakai sumber daya ( multi-processing dan multi-programming )
Menangani intrupsi
Menyimpan catatan pemakaian
Program Utility
Penerjemah Bahasa
Bahasa generasi pertama-Bahasa Mandarin
Bahasa generasi kedua-Assembler
Bahasa generasi ketiga-Compiler dan Interpreter
Bahasa generasi keempat-Bahasa Ilmiah, Non-Procedural
Program Aplikasi ( Paket Siap Pakai )
Kemudahan bagi pemakai dalam perangkat lunak
Dialog terpandu
Menu mode
Model tanya jawab
Grapichal user interface ( GUI )
BAB 7
PERANGKAT KOMPUTER
1. Perangkat Keras ( Hardware )
Perangakt keras adalah semua peralatn yang ada dalam suatu kegiatan pengolahan data. Perangkat keras digunakan untuk menjalankn funsi-funsi penyiapan data, pemasukan data, perhitungan, pengawasa [erhitungan, penyimpanan, dan pengeluaran (presentasi atau peragaa) hasil.
1. Melaluai terminal yang terdiri dari layar komputer seperti monitor tv dan alat masukan. Alat masukan yang umum suatu papan ketik atau keyboard untuk memasukan data atau perintah. Alat masukan lain, seperti disket, pita magnetic, kartu berlubang, optikal skender, seperti untuk membaca kode produk pasar swalayan, mouse dan alat pengenla suara.
2. Unit pengolahan pusat (central processing unit / CPU) atau jantung computer mengontrol seluruh sistem computer. CPU berisikan perangkat keras elektronik yang menjalankan oprasional computer terdiri dari 3 komponen yaitu:
1. Memori utama (menyimpanan data)
2. Unit aritmatika logika (arithmatic and logic unit/ ALU)
3. Unit control membimbing oprasional computer
3. Keluaran
Adalah perangkat keras yang memperagakan permintaan computer atau data yang sudah di proses informasi (print out)
2. Alat Simpan
1. Pita magnetik digunakan untuk mencatat, menyimpan dan membunyikan musik pada sistem setereo di rumah, sama dengan yang digunakan komputer.
2. Piringan magnetik
a. Floppy disk
Komputer mikro umumnya menggunakan satu atau lebih disk drive (disket/ fleksibel disk) terbuat dari plastik mylar yang fleksibel
b. Hardisk adalah sebuah plat alumunium yang di balut dengan suatu magnetic oxside atau medium film metalik yang tipis.
3. Disk optik
a. Read Only
Disk optik read only disebut juga CD ROM (Compact Disk Read Only Memory) teknologi yang sama dengan disk audio CD
b. Write Once
Disebut juga sebagai WORM atau tulis sekali baca berulang kali.
c. Reversible
Memiliki kualitas optik yang dapat diubah-ubah, dan dapat digunakan seperti disk magnetik baik untuk merekam, menghapus, dan merekam kembali berulang-ulang.
C. Perangakat Lunak
Tanpa perangkat lunak, perangkat keras / hardware komputer tidak dapat digunakan
1. Sistem Pengoperasian
Elemen yang menggabungkan perangkat keras dan perengkat secara bersama dalam suatu integrasi disebut sistem pengoperasian (operasi system) / OS dan merupakan perangakat lunak dan mudah di gunakan yang diperlukan pada pemakaian komputer.
a. Penyediaan Layanan
• Penggunaan bersama perangkat keras diantara para pemakai
• Memungkinkan para pemakai menggunakan program dan data secara bersama
• Membuat para pemakai dapat melindungi data mereka
• Memberi fasilitas pengoperasian masukkan, keluaran dan penyimpan kedua
• Memperbaiki kesalahan
b. Bertindak sebagai penghubung
OS berfungsi sebagai penghubung ( interpes ) dalam dua tingkat.
2. Bahasa Pemrograman
Adalah serangkaian simbol-simbol dan aturan pemakaian yang di gunakan untuk mengarahkan pengoperasian komputer Input dan output.
a. Bahasa Mesin
b. Bahasa Rakitan
c. Bahasa Tingkat Tinggi
1. Fortran
Yaitu bahasa yang terkenal di kalangan ilmuwan, insinyur, dan ahli matematika karena sederhana, ringkas, standar, efisien dan ketepatan angka.
2. Cobol
Yaitu bahasa yang digunakan secara luas pada bisnis dan dicatat atas kemampuannya menangani volume masukan dan keluaran data alfanumerik yang besar, pemakaian mesin yang bebas, dan pernyataannya dalam bahasa Inggris yang mudah.
3. Basic
Yaitu bahasa yang sederhana yang mudah dipelajari dan digunakan.
4. Pascal
Yaitu bahasa tingkat tinggi untuk keperluan yang bersifat umum.
5. C
Yaitu bahasa yang potabel untuk keperluan umum yang sederhana tapi cerdas, dan memungkinkan pemakai mengerjakan sesuatu yang biasa dikerjakan oleh bahasa rakitan.
6. Ada
Yaitu bahasa baru dan bertenaga yang digunakan untuk problem-problem yang berskala luas, yang dibuat oleh Departement of Defense Amerika Serikat.
7. Bahasa Tingkat Tinggi Lainnya
Yaitu bahasa yang berorientasi pada problem, didesain agar pemakai mudah menangani tugas bisnis umum seperti membuat laporan dan meremajakan file
d. Bahasa Nonprosedur ( Nonprocedural Language )
D. Paket Aplikasi
Paket aplikasi adalah satu kumpulan beberapa program atau subprogram yang berkaitan yang didesain untuk menyelesaikan beberapa rangkaian tugas spesifik.
1. Keuntungan
a. Instalasi Cepat
b. Fungsinya jelas
c. Harg murah
d. Pembaharuan dan revisi
e. Familiaritas
2. Jenis paket aplikasi
a. Paket WP
b. Speradsheet Elektronik
c. Paket File Manajer dan Database
d. Paket grafik
e. Paket matematika
f. Paket model dan simulasi
g. Integrasi perangkat lunak
1. Paket perangkat lunak terintegrasi
2. Paket pengintegrasi perangkat lunak
h. Paket bisnis dan keungan
Apliaksi computer yang sangat terkenal adalah :
1. Daftar penggajian
2. Pengarsipan
3. Pengawasan persediaan
4. Penjadwalan
5. Pengolahan pesanan
ANI FARIHATUNNISWAH
N200710029
SKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
Rabu, 07 April 2010
TUGAS MPS
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Dalam era globalisasi isu yang paling banyak dikembangkan adalah isu persaingan global. Artinya, isu yang paling banyak dipacu dengan persaingan bebas yang tidak ada lagi batasannya dalam suatu wilayah atau negara tertentu. Kebebasan berusaha ini telah menjadi tuntutan dan kebutuhan seluruh masyarakat. Berbagai perkembangan dan perubahan aspek perekonomian, ilmu pengetahuan dan teknologiserta semakin dekatnya era perdagangan bebas peran pemerintah semakin berkurang terutama dalam bidang perekonomian dengan berbagai proteksi baik pada badan usaha milik swasta maupun badan usaha milik negara.
Maka dari itu semakin menuntut perusahaan-perusahaan untuk terus berbenah, agar tetap dapat bersaing dalam perdagangan bebas nanti. Perusahaan-perusahaan yang akan mampu bertahan dan bersaing dalam perdagangan bebas adalah perusahaan yang mampu memanfaatkan Sumber Daya Manusia yang handal seoptimal mungkin melalui praktek-praktek organisasional secara luwes dan cepat tanggap terhadap perubahan lingkungan. Salah satu hal yang terpenting agar suatu perusahaan memiliki kemampuan bersaing yang tinggi adalah penanganan sumber daya manusia yang baik. Dalam manajemen perusahaan modern, peran sumber daya manusia makin dirasakan sangat penting, sehingga masalah sumber daya manusia menjadi fokus utama.
Kenyataan bahwa sumber daya manusia merupakan elemen yang selalu ada dalam setiap organisasi, tidak mungkin bagi perusahaan mencapai tujuan-tujuan tanpa adanya sumber daya manusia, karena sumber daya-sumber dayayang lain hanya sebagai pendukung. Suatu perusahaan akan dapat mencapai produktivitas dan tujuannya bila didukung sumber daya manusiayang berkualitas, oleh karena itu sumber daya manusia merupakan suatu asset yang sangat penting dalam suatu perusahaan.
Tujuan organiasasi akan dapat tercapai apabila kerjasama diantara para pelaku organiasasi berjalan dengan lancar. Seorang pemimpin tidak akan dapat mengendalikan suatu organisasi tanpa adanya kerjasama yang baik dengan bawahannya, hal ini dikarenakan operasionalisasi pekerjaan adalah tugas dari para pegawai. Dalam memberikan tugasnya seorang pemimpin terkadang menghadapi berbagai tingkah laku pegawai dalam menghadapi pekerjaannya. Diantaranya pegawaiyang cepat tanggap dalam melaksanakan tugasnya, pegawai yang tidak mau atau tidak bisa melaksanakan pekerjaannya, dan pegawai yang acuh dalam menyelesaikan pekerjaannya, karena tidak adanya motivasi kerja. Berdasarkan tingkahlaku pegawai tersebut, maka setiap pemimpin akan selalu berusaha agar para pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, sesuai denganyang diharapkan oleh organisasi.
Gaya kepemimpinan mempunyai peran yang penting dalam mempengaruhi cara kerja pegawai, penampilan gaya kepemimpinan akan memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kinerja pegawaiyang dipimpinnya. Karena kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka konform dengan keinginan pemimpin.
Motivasi kerja juga tidak kalah penting dalam upaya mendorong pegawai dalam melaksanakan tugasnya dan pekerjaannya sehingga dapat berjalan lancar, oleh sebab itu maka seorang pemimpin harus berusaha untuk membuat iklim kerja yang kondusif sehingga para pegawai lebih berprestasi untuk bekerja dan berpikir kreatif. Seorang pemimpin harus dapat mempelajari karakter pegawainya sehingga dapat mengevaluasi dirinya dan mengetahui apakah gaya kepemimpinannya telah sesuai dengan kemauan, kemampuan maupun harapan pegawai. Karena gaya kepemimpinan dan motivasi kerjayang sesuai dengan harapan pegawai akan memberikan peran besar dalam kemajuan suatu organisasi.
Banyak fenomena yang terjadi dalam sebuah perusahaan mengenai gaya kepemimpinan dan motivasi dalam mempengaruhi kinerja para pegawai dalam suatu perusahaan. Hal tersebut terlihat dalam kenyataan dan fakta yang terjadi, dimana demonstrasi-demonstrasi yang terjadi dalam sebuah perusahaan diakibatkan oleh gaya kepemimpinan yang tidak sesuai dengan harapan karyawan dan motivasi yang kurang baik sehingga mengakibatkan para karyawan berontak dan berujung pada menurunnya kinerja karyawan. Seperti yang dinyatakan oleh Hermawan Hendradewa bahwa di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung gaya kepemimpinannya masih belum sesuai dengan harapan para pegawainya, dimana pemimpin selalu bertindak berdasarkan keputusannya sendiri tanpa melibatkan bawahannya untuk memberikan aspirasi terhadap keputusanyang akan diambil. Dengan kata lain pemimpin di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung lebih cenderung kepada gaya kepemimpinan otoriter.
Dalam hal motivasi pun di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung kondisinya masih belum baik. Dan itu nampak dari semangat kerja yang kurang, tingkat disiplin yang rendah dan sebagainya. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor pribadi dan faktor eksternal. Faktor pribadi diantaranya tingkat kebutuhan, kondisi ekonomi, keinginan untuk lebih maju dan sebagainya, sedangkan faktor eksternal dari organisasi karena upah yang relatif rendah, insentif juga rendah, leadership yang kurang baik dan sebagainya. Sehingga para bawahan atau para pegawai merasa kinerja mereka tidak optimal terhadap perusahaan.
PT. XXX merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan status perseroan yang dibawahi oleh departemen keuangan sebagai pemilik saham. Dengan demikian PT.XXX setiap tahunnya diaudit oleh badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP). Selain itu PT.XXX memiliki auditor internal dibawah Satuan Pengawas Intern (SPI). PT.XXX harus memiliki daya saing dan kompetensi yang tinggi untuk dapat mempertahankan eksistensinya sebagai perusahaan di tengah pesatnya perkembangan dunia teknologi telekomunikasi saat ini. Kondisi ini menuntut PT.XXX untuk dapat melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara terprogram dengan baik untuk meningkatkan kinerja para pegawainya.
Berdasarkan fenomena di atas menunjukan bahwa hal ini juga terjadi pada PT. XXX, dimana gaya kepemimpinan yang ada pada PT. XXX masih belum sesuai, pemimpin selalu menilai mampu dan bisa kepada para pegawainya dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa melihat sumber daya manusia dan lingkungan setempatnya. Sehingga para pegawai menganggap bahwa kepemimpinan di PT. XXX lebih mengarah kepada gaya kepemimpinan otoriter.
Motivasi yang dilakukan di PT. XXX ada beberapa faktor bukan hanya uang atau barang atau keinginan akan kepuasan, tetapi dalam bentuk pemberian penghargaan serta perhatian, sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja dengan baik, namun bentuk penghargaan dan perhatian sering tidak sesuai dengan harapan karyawan serta tidak konsisten dalam memberikan perhatian, sehingga karyawan merasa tidak puas. Hal tersebut menyebabkan motivasi menurun. Dengan demikian kadang pegawai dalam melaksanakan tugasnya kurang optimal, sehingga kinerjanya pun dirasakan tidak optimal.
Penilaian kinerja karyawan pada PT. XXX berdasarkan pada unsur-unsur atau kriteria yang telah ditetapkan perusahaan yaitu dengan sistem Penilaian Kinerja Pegawai. Adapun unsur-unsur yang termasuk dalam Penilaian Kinerja Pegawai adalah sebagai berikut : Kualitas Hasil Kerja, Kuantitas Hasil Kerja, Disiplin Pegawai, Kerja Sama, Kepemimpinan, Prakarsa, Keterampilan Kerja dan Kejujuran. Berikut ini adalah data mengenai laporan rekapitulasi kehadiran pegawai periode bulan maret dan april 2008 :
Sumber : PT. XXX, Bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi serta Pengembangan & Pelayanan SDM, Divisi SEKPER dan SDM.
Keterangan :
• Kerja 18 dan 22 hari adalah Minimal kehadiran karyawan dan hari kerja tersebut sudah dipotong dengan libur hari sabtu dan minggu.
• Hadir = 0 adalah karyawan yang sedang melaksanakan Training/pendidikan
terbukti bahwa tingkat disiplin kerja karyawan di PT. XXX masih rendah, dimana kehadiran karyawan dalam periode bulan maret dan april dari 27 karyawan pada bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi serta Pengembangan & Pelayanan SDM, Divisi SEKPER dan SDM yang tidak pernah absen adalah 9 orang pada bulan maret atau sekitar 33% dari keseluruhan karyawan dan 13 orang pada bulan april atau sekitar 48% dari keseluruhan karyawan. Sedangkan yang sering absen adalah 18 orang pada bulan maret atau sekitar 67% dari keseluruhan karyawan dan 14 orang pada bulan april atau sekitar 52% dari keseluruhan karyawan.
Kinerja karyawan PT. XXX tidak selalu stabil, disatu waktu terjadi peningkatan tetapi dilain waktu terjadi penurunan, dan rendahnya kinerja pegawai di PT. XXX pada saat ini disebabkan permasalahan internal yang terjadi di dalam PT. XXX yaitu kurang optimalnya partisipasi dan dorongan dari seorang pemimpin sehingga suasana hubungan yang tidak harmonis antara atasan dan bawahan, serta kurangnya pengawasan disiplin terhadap karyawan. Karena dalam kenyataannya setiap karyawan dalam sebuah perusahaan harus senantiasa dibina, dibimbing, diarahkan, dididik dan sebagainya agar memiliki semangat bekerja dan diharapkan mampu berprestasi.
Permasalahan-permasalahan internal PT.XXX yang menyangkut masalah sumber daya manusia dan menyebabkan kinerja yang dihasilkan kurang mencapai sasaran yang diinginkan, maka dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai tersebut peran seorang pemimpin haruslah sejalan dengan situasi di dalam maupun di luar perusahaan. Karena pemimpin merupakan sumber daya pokok serta titik sentral aktivitas yang terjadi dalam satu kesatuan, dengan kata lain bagaimana seorang pemimpin dapat menjalankan gaya kepemimpinan dan motivasinya menurut manajemen sehingga akan sangat menentukan apakah tujuan PT. XXX akan dapat tercapai atau tidak, kegiatan dan dinamika yang terjadi dalam kesatuannya sebagian besar ditentukan oleh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja pegawainya dari seorang pemimpin. Pentingnya gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap peningkatan kinerja pegawai di PT. XXX perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui masalah pokok dan jalan keluarnya, oleh karena itu penulis tertarik menuangkannya dalam bentuk skripsi yang berjudul :
”PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT.XXX”
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasikan bahwa PT. XXX, saat ini menghadapi masalah pencapaian kinerjanya, hal itu disebabkan oleh adanya faktor internal perusahaan yaitu gaya kepemimpinan yang masih kurang baik. Oleh sebab itu diperlukan upaya-upaya yang konkrit agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai, dengan cara penerapan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan serta pemberian motivasi yang benar agar pencapaian kinerja dari pegawai tersebut dapat optimal.
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana Gaya kepemimpinan di PT.XXX ?
2. Bagaimana Motivasi yang berikan di PT.XXX?
3. Bagaimana Kinerja karyawan di PT.XXX?
4. Seberapa besar pengaruh Gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan di PT.XXXsecara Parsial dan secara Simultan.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data-data yang diperoleh untuk selanjutnya diproses dan dianalisa berdasarkan teori-teori yang ada.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui Gaya kepemimpinan di PT.XXX
2. Untuk mengetahui Motivasi yang diberikan di PT.XXX
3. Untuk mengetahui Kinerja karyawan di PT.XXX
4. Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh Gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan di PT. INTI (Persero) secara Parsial dan secara Simultan.
1.4 Kegunaan Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang merupakan jawaban atas masalah-masalah yang dibahas dapat berguna bagi perusahaan sebagai subjek yang diteliti, untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi peneliti sendiri.
1. Bagi Perusahaan
Sebagai subjek penilitian, hasil ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengoptimalisasikan kegiatan usahanya, juga agar dapat dijadikan bahan informasi dan dimanfaatkan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu
2. Bagi Pengembangan Ilmu
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam lagi
3. Bagi Peneliti
Dengan penelitian ini akan menambah pengetahuan dan memperluas wawasan khususnya tentang Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan dengan berbagai masalah yang melengkapinya serta mengetahui sejauhmana hubungan antara teori yang diperoleh dengan penerapannya dalam dunia usaha.
”PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT.XXX”
ANI FARIHATUNNISWAH
N200710029
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Dalam era globalisasi isu yang paling banyak dikembangkan adalah isu persaingan global. Artinya, isu yang paling banyak dipacu dengan persaingan bebas yang tidak ada lagi batasannya dalam suatu wilayah atau negara tertentu. Kebebasan berusaha ini telah menjadi tuntutan dan kebutuhan seluruh masyarakat. Berbagai perkembangan dan perubahan aspek perekonomian, ilmu pengetahuan dan teknologiserta semakin dekatnya era perdagangan bebas peran pemerintah semakin berkurang terutama dalam bidang perekonomian dengan berbagai proteksi baik pada badan usaha milik swasta maupun badan usaha milik negara.
Maka dari itu semakin menuntut perusahaan-perusahaan untuk terus berbenah, agar tetap dapat bersaing dalam perdagangan bebas nanti. Perusahaan-perusahaan yang akan mampu bertahan dan bersaing dalam perdagangan bebas adalah perusahaan yang mampu memanfaatkan Sumber Daya Manusia yang handal seoptimal mungkin melalui praktek-praktek organisasional secara luwes dan cepat tanggap terhadap perubahan lingkungan. Salah satu hal yang terpenting agar suatu perusahaan memiliki kemampuan bersaing yang tinggi adalah penanganan sumber daya manusia yang baik. Dalam manajemen perusahaan modern, peran sumber daya manusia makin dirasakan sangat penting, sehingga masalah sumber daya manusia menjadi fokus utama.
Kenyataan bahwa sumber daya manusia merupakan elemen yang selalu ada dalam setiap organisasi, tidak mungkin bagi perusahaan mencapai tujuan-tujuan tanpa adanya sumber daya manusia, karena sumber daya-sumber dayayang lain hanya sebagai pendukung. Suatu perusahaan akan dapat mencapai produktivitas dan tujuannya bila didukung sumber daya manusiayang berkualitas, oleh karena itu sumber daya manusia merupakan suatu asset yang sangat penting dalam suatu perusahaan.
Tujuan organiasasi akan dapat tercapai apabila kerjasama diantara para pelaku organiasasi berjalan dengan lancar. Seorang pemimpin tidak akan dapat mengendalikan suatu organisasi tanpa adanya kerjasama yang baik dengan bawahannya, hal ini dikarenakan operasionalisasi pekerjaan adalah tugas dari para pegawai. Dalam memberikan tugasnya seorang pemimpin terkadang menghadapi berbagai tingkah laku pegawai dalam menghadapi pekerjaannya. Diantaranya pegawaiyang cepat tanggap dalam melaksanakan tugasnya, pegawai yang tidak mau atau tidak bisa melaksanakan pekerjaannya, dan pegawai yang acuh dalam menyelesaikan pekerjaannya, karena tidak adanya motivasi kerja. Berdasarkan tingkahlaku pegawai tersebut, maka setiap pemimpin akan selalu berusaha agar para pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, sesuai denganyang diharapkan oleh organisasi.
Gaya kepemimpinan mempunyai peran yang penting dalam mempengaruhi cara kerja pegawai, penampilan gaya kepemimpinan akan memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kinerja pegawaiyang dipimpinnya. Karena kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan semangat, dan kekuatan moral yang kreatif, yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka konform dengan keinginan pemimpin.
Motivasi kerja juga tidak kalah penting dalam upaya mendorong pegawai dalam melaksanakan tugasnya dan pekerjaannya sehingga dapat berjalan lancar, oleh sebab itu maka seorang pemimpin harus berusaha untuk membuat iklim kerja yang kondusif sehingga para pegawai lebih berprestasi untuk bekerja dan berpikir kreatif. Seorang pemimpin harus dapat mempelajari karakter pegawainya sehingga dapat mengevaluasi dirinya dan mengetahui apakah gaya kepemimpinannya telah sesuai dengan kemauan, kemampuan maupun harapan pegawai. Karena gaya kepemimpinan dan motivasi kerjayang sesuai dengan harapan pegawai akan memberikan peran besar dalam kemajuan suatu organisasi.
Banyak fenomena yang terjadi dalam sebuah perusahaan mengenai gaya kepemimpinan dan motivasi dalam mempengaruhi kinerja para pegawai dalam suatu perusahaan. Hal tersebut terlihat dalam kenyataan dan fakta yang terjadi, dimana demonstrasi-demonstrasi yang terjadi dalam sebuah perusahaan diakibatkan oleh gaya kepemimpinan yang tidak sesuai dengan harapan karyawan dan motivasi yang kurang baik sehingga mengakibatkan para karyawan berontak dan berujung pada menurunnya kinerja karyawan. Seperti yang dinyatakan oleh Hermawan Hendradewa bahwa di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung gaya kepemimpinannya masih belum sesuai dengan harapan para pegawainya, dimana pemimpin selalu bertindak berdasarkan keputusannya sendiri tanpa melibatkan bawahannya untuk memberikan aspirasi terhadap keputusanyang akan diambil. Dengan kata lain pemimpin di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung lebih cenderung kepada gaya kepemimpinan otoriter.
Dalam hal motivasi pun di Satuan Samapta Polwiltabes Bandung kondisinya masih belum baik. Dan itu nampak dari semangat kerja yang kurang, tingkat disiplin yang rendah dan sebagainya. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor pribadi dan faktor eksternal. Faktor pribadi diantaranya tingkat kebutuhan, kondisi ekonomi, keinginan untuk lebih maju dan sebagainya, sedangkan faktor eksternal dari organisasi karena upah yang relatif rendah, insentif juga rendah, leadership yang kurang baik dan sebagainya. Sehingga para bawahan atau para pegawai merasa kinerja mereka tidak optimal terhadap perusahaan.
PT. XXX merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan status perseroan yang dibawahi oleh departemen keuangan sebagai pemilik saham. Dengan demikian PT.XXX setiap tahunnya diaudit oleh badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP). Selain itu PT.XXX memiliki auditor internal dibawah Satuan Pengawas Intern (SPI). PT.XXX harus memiliki daya saing dan kompetensi yang tinggi untuk dapat mempertahankan eksistensinya sebagai perusahaan di tengah pesatnya perkembangan dunia teknologi telekomunikasi saat ini. Kondisi ini menuntut PT.XXX untuk dapat melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara terprogram dengan baik untuk meningkatkan kinerja para pegawainya.
Berdasarkan fenomena di atas menunjukan bahwa hal ini juga terjadi pada PT. XXX, dimana gaya kepemimpinan yang ada pada PT. XXX masih belum sesuai, pemimpin selalu menilai mampu dan bisa kepada para pegawainya dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa melihat sumber daya manusia dan lingkungan setempatnya. Sehingga para pegawai menganggap bahwa kepemimpinan di PT. XXX lebih mengarah kepada gaya kepemimpinan otoriter.
Motivasi yang dilakukan di PT. XXX ada beberapa faktor bukan hanya uang atau barang atau keinginan akan kepuasan, tetapi dalam bentuk pemberian penghargaan serta perhatian, sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja dengan baik, namun bentuk penghargaan dan perhatian sering tidak sesuai dengan harapan karyawan serta tidak konsisten dalam memberikan perhatian, sehingga karyawan merasa tidak puas. Hal tersebut menyebabkan motivasi menurun. Dengan demikian kadang pegawai dalam melaksanakan tugasnya kurang optimal, sehingga kinerjanya pun dirasakan tidak optimal.
Penilaian kinerja karyawan pada PT. XXX berdasarkan pada unsur-unsur atau kriteria yang telah ditetapkan perusahaan yaitu dengan sistem Penilaian Kinerja Pegawai. Adapun unsur-unsur yang termasuk dalam Penilaian Kinerja Pegawai adalah sebagai berikut : Kualitas Hasil Kerja, Kuantitas Hasil Kerja, Disiplin Pegawai, Kerja Sama, Kepemimpinan, Prakarsa, Keterampilan Kerja dan Kejujuran. Berikut ini adalah data mengenai laporan rekapitulasi kehadiran pegawai periode bulan maret dan april 2008 :
Sumber : PT. XXX, Bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi serta Pengembangan & Pelayanan SDM, Divisi SEKPER dan SDM.
Keterangan :
• Kerja 18 dan 22 hari adalah Minimal kehadiran karyawan dan hari kerja tersebut sudah dipotong dengan libur hari sabtu dan minggu.
• Hadir = 0 adalah karyawan yang sedang melaksanakan Training/pendidikan
terbukti bahwa tingkat disiplin kerja karyawan di PT. XXX masih rendah, dimana kehadiran karyawan dalam periode bulan maret dan april dari 27 karyawan pada bagian Pengembangan Sistem SDM & Organisasi serta Pengembangan & Pelayanan SDM, Divisi SEKPER dan SDM yang tidak pernah absen adalah 9 orang pada bulan maret atau sekitar 33% dari keseluruhan karyawan dan 13 orang pada bulan april atau sekitar 48% dari keseluruhan karyawan. Sedangkan yang sering absen adalah 18 orang pada bulan maret atau sekitar 67% dari keseluruhan karyawan dan 14 orang pada bulan april atau sekitar 52% dari keseluruhan karyawan.
Kinerja karyawan PT. XXX tidak selalu stabil, disatu waktu terjadi peningkatan tetapi dilain waktu terjadi penurunan, dan rendahnya kinerja pegawai di PT. XXX pada saat ini disebabkan permasalahan internal yang terjadi di dalam PT. XXX yaitu kurang optimalnya partisipasi dan dorongan dari seorang pemimpin sehingga suasana hubungan yang tidak harmonis antara atasan dan bawahan, serta kurangnya pengawasan disiplin terhadap karyawan. Karena dalam kenyataannya setiap karyawan dalam sebuah perusahaan harus senantiasa dibina, dibimbing, diarahkan, dididik dan sebagainya agar memiliki semangat bekerja dan diharapkan mampu berprestasi.
Permasalahan-permasalahan internal PT.XXX yang menyangkut masalah sumber daya manusia dan menyebabkan kinerja yang dihasilkan kurang mencapai sasaran yang diinginkan, maka dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai tersebut peran seorang pemimpin haruslah sejalan dengan situasi di dalam maupun di luar perusahaan. Karena pemimpin merupakan sumber daya pokok serta titik sentral aktivitas yang terjadi dalam satu kesatuan, dengan kata lain bagaimana seorang pemimpin dapat menjalankan gaya kepemimpinan dan motivasinya menurut manajemen sehingga akan sangat menentukan apakah tujuan PT. XXX akan dapat tercapai atau tidak, kegiatan dan dinamika yang terjadi dalam kesatuannya sebagian besar ditentukan oleh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja pegawainya dari seorang pemimpin. Pentingnya gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap peningkatan kinerja pegawai di PT. XXX perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui masalah pokok dan jalan keluarnya, oleh karena itu penulis tertarik menuangkannya dalam bentuk skripsi yang berjudul :
”PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT.XXX”
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasikan bahwa PT. XXX, saat ini menghadapi masalah pencapaian kinerjanya, hal itu disebabkan oleh adanya faktor internal perusahaan yaitu gaya kepemimpinan yang masih kurang baik. Oleh sebab itu diperlukan upaya-upaya yang konkrit agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai, dengan cara penerapan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan serta pemberian motivasi yang benar agar pencapaian kinerja dari pegawai tersebut dapat optimal.
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana Gaya kepemimpinan di PT.XXX ?
2. Bagaimana Motivasi yang berikan di PT.XXX?
3. Bagaimana Kinerja karyawan di PT.XXX?
4. Seberapa besar pengaruh Gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan di PT.XXXsecara Parsial dan secara Simultan.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data-data yang diperoleh untuk selanjutnya diproses dan dianalisa berdasarkan teori-teori yang ada.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui Gaya kepemimpinan di PT.XXX
2. Untuk mengetahui Motivasi yang diberikan di PT.XXX
3. Untuk mengetahui Kinerja karyawan di PT.XXX
4. Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh Gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan di PT. INTI (Persero) secara Parsial dan secara Simultan.
1.4 Kegunaan Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang merupakan jawaban atas masalah-masalah yang dibahas dapat berguna bagi perusahaan sebagai subjek yang diteliti, untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi peneliti sendiri.
1. Bagi Perusahaan
Sebagai subjek penilitian, hasil ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengoptimalisasikan kegiatan usahanya, juga agar dapat dijadikan bahan informasi dan dimanfaatkan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan yang dianggap perlu
2. Bagi Pengembangan Ilmu
Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam lagi
3. Bagi Peneliti
Dengan penelitian ini akan menambah pengetahuan dan memperluas wawasan khususnya tentang Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan dengan berbagai masalah yang melengkapinya serta mengetahui sejauhmana hubungan antara teori yang diperoleh dengan penerapannya dalam dunia usaha.
”PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT.XXX”
ANI FARIHATUNNISWAH
N200710029
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
QUIS MANAJEMEN STRATEGIS 1
1. Sebelum perusahaan mulai merumuskan strategi, manajer harus mengamati lingkungan eksternal untuk identifikasi peluang dan ancaman yang mungkin terjadi manajemen strategi memperhatikan variabel lingkungan apa saja?
Jawab:
perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi meliputi menentikan misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, pengembangan setrategi, dan penetapan pedoman kebijaksanaan.
Pengamatan lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel (peluang dan ancaman) yang berada diluar organisasi dan tidak secara khusus dalam pengendaliann jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebutmembentuk keadaan dimana organisasi itu hidup. Lingkungan eksternal memiliki 2 (dua) bagian : lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi. Beberapa elemen tersebut adalah Pemegang saham, Pemerintah, Pemasok, Komunitas lokal, Pesaing, Pelangan, Kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan. Lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum- kekuatan itu tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka pendek.
VARIABEL –VARIABEL LINGKUNGAN
Lingkungan sosial
Kekuatan kekuatan
sosiokultural ekonomi
Kekuatan Kekuatan
Politik-Hukum Teknologi
Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan/ ancaman(threats) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman.
Seperti dalam organisasi bisnis, analisis lingkungan sangat penting karena mencoba mengidentifikasikan peluang (opportunities) bisnis yang perlu dengan segera mendapatkan perhatian eksekutif, dan disaat yang sama diarahkan untuk mengetahui ancaman (threats) bisnis yang perlu mendapatkan antisipasi. Untuk keperluan dimaksud, pertama analisis lingkungan bisnis berusaha untuk mengidentifikasi sejumlah variabel pokok yang berada diluar kendali perusahaan yang diperkirakan memiliki pengaruh nyata. Dengan demikian, analisis lingkungan bisnis hanya berusaha mengumpulkan dan menganalisis sejumlah variabel secara terbatas (finite). Analisis lingkungan bisnis hendaknya tidak sampai terjerumus untuk berusaha menganalisis sebanyak mungkin variabel (infinite)
Lingkungan perlu dianalisis karena :
1. Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangkan sistem pemecahan tujuan perusahaan/organisasi (early warning system)
2. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan hasil yang akan diperoleh lebih efektif.
3. Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai organisasi dari lingkungan, memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.
Analisis Lingkungan Dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu :
1. Menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.
2. Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang potensial yang akan datang.
3. Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa akan datang terhadap lingkungan.
Pada dasarnya struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen utama, yaitu:
lingkungan eksternal (Makro)
lingkungan internal (Mikro)
Lingkungan Eksternal Organisasi (1) :
• Lingkungan Langsung
1.Lingkungan yang mempengaruhi organisasi secara langsung (Stakeholders).
Lingkungan Langsung Eksternal :
Lingkungan langsung yang berada di luar organisasi, contoh: konsumen, pemasok, dan pesaing.
Lingkungan Internal :
Lingkungan yang langsung berada di dalam organisasi, contoh: karyawan, dewan komisaris.
Elemen Lingkungan Umum :
Lingkungan yang tidak mempengaruhi secara langsung suatu organisasi.
• Lingkungan Eksternal Organisasi (2):
Sosial :
Demografi, gaya hidup, dan nilai sosial.
Variabel Ekonomi :
Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan perubahan struktur ekonomi.
Variabel Politik :
Peraturan pemerintah, dan perubahan struktur kepemerintahan.
Variabel Teknologi :
Teknologi komputasi, telekomunikasi, bioteknologi, dan lainnya.
Dimensi Internasional: Era globalisasi
Pengamatan Lingkungan Eksternal
• Lingkungan Eksternal Organisasi (3)
Model Hubungan Organisasi – Lingkungan
o Pengaruh Lingkungan terhadap Organisasi
James D. Thomso
Stabil dinamis Tingkat perubahan
Sederharna
Tingkat homogenitas
Kompleksitas
• Lingkungan Eksternal Organisasi (4):
o Lima Kekuatan Kompetisi
Menentukan daya tarik suatu industri.
• Halangan masuk produk (barrier to entry)
• Pemasok
• Pembeli
• Ancaman Substitusi
• Pesaing di Industri
o Strategi Menghadapi Lingkungan
Ada tiga strategi:
• Mempengaruhi lingkungan langsung, misal “melobi” pemerintah, menggunakan iklan dan promosi untuk mengubah perilaku konsumen.
• Memonitor lingkungan tidak langsung, misal mengamati perubahan variabel demografis, sosial, dan ekonomi.
• Menyesuaikan diri terhadap lingkungan, misal mengubah desain organisasi agar sesuai dengan lingkungannya.
Dalam melakukan pengamatan lingkungan, Manajer Strategi pertama-tama harus mengetahui berbagai variabel yang ada dalam lingkungan sosial dan lingkungan kerja. Lingkungan sosial termaksud kekuatan umum yang secara tidak langsung berhubungan dengan aktivitas-aktivitas organisasi jangka pendek tetapi dapat dan sering kali dapat mempengaruhi keputusan jangka panjang seperti:
• Kekuatan Ekonomi yang mengatur pertukaran material, uang, energi, dan informasi. Contoh : ketika suku bunga meningkat, dana yang dibutuhkan untuk ekspansi modal menjadi lebih mahal atau tidak tersedia. Juga ketika suku bunga naik, pendapatan yang dapat dibelanjakan maupun permintaan terhadap barang, menurun. Ketika harga saham meningkat, ketertarikan atas saham sebagai sumber modal untuk pengembangan pasar meningkat. Begitu juga ketika pasar meningkat, kekayaan konsumen dan bisnis bertambah.
Rendahnya nilai dolar memberikan keuntungan pada ekonomi AS dalam banyak hal. Pertama, hal ini membantu menghindari risiko deflasi di AS dan juga mengurangi defisit perdagangan AS. Selain itu, rendahnya nilai dolar meningkatkan penjualan luar negeri dan laba perusahaan domestik, terima kasih atas keuntungan yang disebabkan oleh dolar, dan mendorong negara asing untuk menurunkan suku bunga dan mengendurkan kebijakan fiskal mereka, yang memacu ekspansi ekonomi dunia.
• Kekuatan Teknologi yang menghasilkan penemuan pemecahan masalah. Internat berperan sebagai mesin ekonomi nasional dan bahkan global yang mendorong produktivitas, suatu faktor penting dalam kemampuan suatu negara dalam meningkatkan standar hidup; dan ia menghemat miliaran dolar uang perusahaan untuk biaya distribusi dan transaksi dari penjualan langsung menjadi sistem mandiri (self-service system).
Internet menubah sifat dasar peluang dan ancaman dengan mengubah siklus hidup produk, meningkatkan kecepatan distribusi, menciptakan produk dan jasa baru, menghapus keterbatasan dari pasar geografis tradisional, dan mengubah sejarah trade-off antara standarisasi dan fleksibilitas produksi.
Untuk memanfaatkan e-commerce secara efektif, sejumlah organisasi menciptakan dua posisi baru dalam perusahaannya: direktur informasi (chief information officer—CIO) dan direktur teknologi (chief technologi officer—CTO).
• Kekuatan hukum politik yang mengalokasikankekuasaan dan menyediakan pemaksaan dan perlindungan hukum dan aturan-aturan. Pemerintah negara federal, bagian, lokal, dan asing adalah pembuat peraturan utama, deregulator, pemberi subsidi, pemilik, dan pelanggan organisasi. Faktor politik, pemerintah, dan hukum, oleh karenanya, dapat menjadi peluang atau ancaman utama untuk perusahaan kecil maupun besar.
Untuk perusahaan dan industri baru yang bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi, ramalan politik dapat menjadi bagian yang paling penting dalam audit eksternal. Perubahan dalam undang-undang paten, peraturan antimonopoli (antitrust), tarif pajak, dan aktivitas lobi dapat memengaruhi perusahaan secara signifikan.
Meningkatnya keterkaitan global antara ekonomi, pasar, pemerintah, dan organisasi mengharuskan perusahaan untuk memikirkan pengaruh variabel politik terhadap formulasi dan implementasi strategi yang kompetitif.
Peramalan politik dapat menjadi penting dan kompleks untuk perusahaan multinasional yang mengandalkan negara lain untuk sumber daya alam, fasilitas, distribusi produk, bantuan khusus, atau pelanggan. Penyusun strategi harus memiliki keterampilan yang memungkinkan untuk menghadapi lebih banyak masalah menyangkut hukum dan politik dibanding penyusun strategi masa sebelumnya
• Kekuattan Sosikultural yang mengatur nilai-nilai adat istiadat dan kebiasaan lingkungan. Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hampir semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan. Organisasi kecil, besar, berorientasi laba dan nirlaba dalam semua industri telah dikejutkan dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang berasal dari perubahan variable sosial, budaya, demografi, dan lingkungan.
Tren sosial, budaya, demografi, dan lingkungan membentuk orang Amerika hidup, bekerja, berproduksi, dan mengonsumsi. Tren baru menciptakan tipe konsumen yang berbeda dan akibatnya, kebutuhan akan barang yang berbeda, jasa yang berbeda, dan strategi yang berbeda.
Tren tentang orang Amerika yang semakin tua adalah berita baik bagi restoran, hotel, maskapai penerbangan, kapal pesiar, tur, tempat peristirahatan, taman hiburan, produk dan jasa mewah, kendaraan rekreasi, pembangun rumah, dll. Orang Amerika yang lebih tua tertarik khususnya kepada pelayanan kesehatan, jasa keuangan, travel, pencegahan kriminal dan hiburan.
Mengidentifikasi faktor-faktor strategi eksternal.
Manajemen strategi harus terlibat dalam pengamatan lingkungan dengan memonitor sinyal-sinyal kelemahan dan kekuatan yang ada dilingkungan. Salah satu cara untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengembangan dalam lingkungan sosial adalah dengan mengunakan matrik. Pertama, identifikasi kira-kira tiga atau lebih kecenderungan yang muncul disetiap kekuatan yang ada dalam lingkungan sosial. Kedua berusaha memastikan pengaruh yang paling mungkin –jika ada, dari setiap kecenderungan tersebut terhadap 10 elemen yang ada di lingkungan kerja perusahaan (kelompok stakeholder). Sbagai contoh: jika mulai ada periode pertumbuhan ekonomi yang cepat, daftarkanlah salah satu kekuatan ekonomi dalam lingkungan sosial dan coba mengidentifikasi pengaruh terhadap elemen kerja yang paling mungkin terpengaruhi. Pendekatan tersebut memungkinkan manajer strategis mengestimasi bagaimana perkembangan di masa yang akan datang mempengaruhi perusahaan melalui pengaruh-pengaruhnya terhadap elemen-elemen dalam lingkungan kerja perusahaan.
Contoh : IFAS (Extenal Strategic Factors summary): Maytag
Faktor straategi eksternal Bobot Pringkat Skor terbobot keterangan
Peluang
• Integrasi Ekonomi komunitas orang eropa
• Demografi yg mendukung peralatan yg berkualitas.
• Perkembangan ekonomi di asia.
• Terbukanya Eropa Timur.
• Kecenderungan ‘superstores’
Ancaman
• PP yg semakin ketat dan banyak.
• Persaingan ketat di AS
• Whirlpool dan Electrlux kuat secara global
• Kemajuan produk baru
• Perusahaan peralatan jepang
20
10
05
05
10
10
10
15
05
10
4
5
1
2
2
4
4
3
1
2
80
50
05
10
20
40
40
45
05
20
Akuisisi hoover
Kualitas maytag
Kehadiran yang lambat dari maytag.
Akan memakan waktu
Maytag lemah dalam saluran ini.
Terposisi dengan baik.
Terposisi dengan baik.
Hoover lemah secara global.
Masih dipertanyakan.
Hanya produk asia yang hadir di asia.
Total 1.00 3.15
2. Manajemen Strategi juga melihat kedalam perusahaan untuk mengidentifikasi faktor strategi internal, Jelaskan?
Jawab:
Manajer melihat ke dalam perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategi internal yaitu kekuatan dan kelemahan yang juga akan menentukan apakah perusahaan mampu mengambil keuntungan dan peluang-peluang yang ada sambil menghindari ancaman-ancaman.
Kekuatan
Dua faktor yang berkontribusi terhadap kekuatan Anda: kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Kemampuan dievaluasi di 3 hitungan: Fleksibilitas: Anda kemampuan untuk beradaptasi ke lingkungan yang selalu berubah.
Pertumbuhan: kemampuan Anda untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pasar: kemampuan Anda untuk menembus atau menciptakan pasar baru.
Kekuatan sumber daya memiliki tiga dimensi:
Ketersediaan: kemampuan Anda untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.
Kualitas: kualitas dan up-to-dateness dari sumber daya yang digunakan.
Alokasi: kemampuan Anda untuk mendistribusikan sumber daya baik secara efektif dan efisien.
Kelemahan
Kelemahan-kelemahan Anda ditentukan melalui kegagalan, kekalahan, kerugian dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi yang dinamis dan cepat berubah. Kelemahan mungkin berakar pada kurangnya kemampuan manajerial, tidak cukup kualitas, keterbelakangan teknologi, sistem yang tidak memadai atau proses, lambat pengiriman, atau kekurangan sumber daya.
Faktor-faktor internal dapat dipandang sebagai kekuatan atau kelemahan tergantung pada dampaknya terhadap tujuan organisasi. Apa yang dapat mewakili kekuatan yang berkaitan dengan satu tujuan mungkin kelemahan untuk tujuan lain. Faktor-faktor yang dapat mencakup semua 4P itu; serta kepegawaian, keuangan, kemampuan manufaktur, dan sebagainya. Faktor-faktor eksternal dapat mencakup masalah-masalah makro ekonomi, perubahan teknologi, undang-undang, dan perubahan sosial-budaya, serta perubahan-perubahan dalam pasar atau posisi kompetitif. Hasilnya sering disajikan dalam bentuk matriks.
Analisis SWOT adalah salah satu metode kategorisasi dan memiliki kelemahan. Sebagai contoh, mungkin cenderung untuk membujuk perusahaan untuk mengkompilasi daftar daripada berpikir tentang apa yang sebenarnya penting dalam mencapai tujuan. Ini juga menyajikan daftar yang dihasilkan tidak kritis dan tanpa prioritas yang jelas sehingga, misalnya, peluang lemah mungkin muncul untuk menyeimbangkan ancaman kuat.
Adalah bijaksana untuk tidak terlalu cepat menghilangkan setiap calon SWOT entri. Pentingnya SWOTs individu akan dinyatakan oleh nilai strategi yang dihasilkannya. Sebuah item yang SWOT menghasilkan strategi berharga adalah penting. Sebuah SWOT barang yang tidak menghasilkan strategi yang tidak penting.
Perusahaan perencanaan
Sebagai bagian dari pengembangan strategi dan rencana untuk memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya, maka organisasi itu akan menggunakan sistematis / ketat proses yang dikenal sebagai perencanaan perusahaan. SWOT bersama PEST / lalu dapat digunakan sebagai dasar untuk analisis bisnis dan faktor lingkungan.
•Menetapkan tujuan – organisasi mendefinisikan apa yang akan dilakukan
•Lingkungan scanning
o Penilaian internal dari organisasi SWOT, ini harus mencakup penilaian terhadap situasi sekarang serta portofolio produk / jasa dan analisis tentang produk / jasa siklus hidup
•Analisis strategi yang ada, ini harus menentukan relevansi dari hasil internal / eksternal penilaian. Ini mungkin termasuk analisis kesenjangan yang akan melihat faktor-faktor lingkungan
•Isu Strategis didefinisikan – faktor kunci dalam pengembangan rencana perusahaan yang perlu ditangani oleh organisasi
•Mengembangkan baru / direvisi strategi – direvisi analisis isu-isu strategis dapat berarti tujuan perlu berubah
•Menetapkan faktor penentu keberhasilan – pencapaian tujuan dan strategi pelaksanaan
•Persiapan operasional, sumber daya, rencana proyek implementasi strategi
•Hasil pemantauan – pemetaan terhadap rencana, mengambil tindakan korektif yang dapat berarti mengubah tujuan / strategi.
Pemasaran
Dalam banyak analisis pesaing, pemasar membangun profil rinci dari setiap pesaing di pasar, dengan fokus terutama pada kompetitif relatif mereka kekuatan dan kelemahan menggunakan analisis SWOT. Manajer pemasaran akan meneliti masing-masing struktur biaya pesaing, sumber keuntungan, sumber daya dan kompetensi, posisi kompetitif dan diferensiasi produk, tingkat integrasi vertikal, sejarah tanggapan terhadap perkembangan industri, dan faktor lainnya.
Pemasaran manajemen sering menemukan perlu untuk berinvestasi dalam penelitian untuk mengumpulkan data akurat yang diperlukan untuk melakukan analisis pemasaran. Oleh karena itu, manajemen sering melakukan riset pasar (secara bergantian riset pemasaran) untuk memperoleh informasi iniPemasar menggunakan berbagai teknik untuk melakukan riset pasar, tetapi beberapa yang lebih umum meliputi:
•Riset pemasaran kualitatif, seperti kelompok fokus
•Riset pemasaran kuantitatif, seperti survei statistik
•Eksperimental teknik seperti pasar uji
•Pengamatan teknik seperti etnografi (on-site) observasi
•Manajer pemasaran dapat juga merancang dan mengawasi berbagai lingkungan intelijen kompetitif pemindaian dan proses untuk membantu mengidentifikasi tren dan menginformasikan analisis pemasaran perusahaan.
Pendekatan terhadap pengamatan dan Analisis Internal, para Manajer strategis harusnya mengenali variabel-variabel dalam perusahaan mereka yang mungkin merupakan kekuatan atau kelemahanyang penting. Sebuah variabel adalah kekuatan apabila menyediakan keunggulan kompetitif. Keunguggulan kompetitif adalah sesuatu yang dilakukan perusahaanatou perpotensi untuk dilakukan dengan lebih baik secara relatifterhadap kecakapan pesaing yang sudah ada ataupun potensial. Sebuah variabel merupakan kelemahan apabilaberupa sesuatu yang tidak dilakukan dengan baik oleh perusahaan atau perusahaan tidak mempunyai kapasitas tersebut. Dalam mengevaluasi variabel-variabel tersebut, manajemen harus mengetahui apakah variabel-variabel tersebut merupakan faktor strategi internal (strategic internal factors), yaitu kekuatan dan kelemahan khusus untuk perusahaan yang membantu menentukan masa depan. Satu cara untuk melakukanya adalahdengan membandingkan pengukuran variabel-variabel tersebut dengan mengukur:
1. Kinerja masa lalu perusahaan.
2. Pesaing kunci perusahaan.
3. Industri sebagai satu kesatuan.
Apabila suatu variabel (misal keadaan keuangan) secara signifikan berada dengan kinerja masa lalu, pesaing kunci perusahaan atau rata-rata industri, maka variabel tersebut kemungkinan besar merupakan fakror strategis dan harus dilibatkan dalam keputusan-keputusanstrategi.manajer strategi dapat mengamati dan menganalisis variabel interna; dengan mengunakan slah satu atau kombinasi dari tiga pendekatan ini: analisis PIMS, analisis rantai (value chain analysis), dan analisis fungsional.
Analisis PIMS adalah analisis yang mengindentifikasi faktor-faktor strategis utama yang mempengaruhi 80% profitabilitas.pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960 sebagai proyek internal perusahaan General Electric (GE). Dalam analisis ini yang akan digunakan adalah strategi mana yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dalam analisis ini yang menjadi ukuran adalah model strategi yang digunakan dan tingkat kembali modal yang diperoleh perusahaan. Karakteristik yang tercakup dalam analisis ini adalah: a) intensitas investasi, b) pangsa pasar, c) pertumbuhan pasar, d) daur kehidupan barang, e) rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan. Ukuran yang digunakan adalah ROI ( Return of Investment). Perusahaan dengan ROI yang tinggi mempunyai ciri-ciri:
1. Intensitas Investasi rendah.
2. Pangsa pasar tinggi.
3. Kualitas produk relatif tinggi.
4. Pemanfaatan kapasitas tinggi
5. Efektivitas operasional tinggi.
6. Biaya langsung perunit relatif rendah terhadap persaingan.
Analisis rantai nilai (value chain analysis)adalah alat analisis strategi yang digunakan untuk lebih memahami keunggulan kompetitif perusahaan, mengidentifikasi di mana nilai bagi pelanggan dapat ditingkatkan atau biaya dapat diturunkan, dan lebih memahami hubungan perusahaan dengan pemasok, pelanggan, dan perusahaan lainnya dalam industri yang sama.
Manajemen dapat memahami dengan lebih baik keunggulan kompetitif dan strategi perusahaan dengan memisahkan operasi-operasinya berdasarkan aktivitas. Pertimbangan yang hati-hati pada tiap aktivitas juga harus mengidentifikasi aktivitas-aktivitas di mana perusahaan paling kompetitif dan paling tidak kompetitif.
Analisis rantai nilai berfokus pada keseluruhan rantai nilai produk, mulai dari perancangan, produksi, sampai pelayanan purna jual. Konsep yang mendasari analisis adalah setiap perusahaam menempati bagian tertentu atau bagian-bagian dari seluruh rantai nilai ini. Penentuannya berdasarkan pada pertimbangan keunggulan komparatif dari masing-masing perusahaan.
Analisis rantai nilai memiliki dua langkah :
1. Mengidentifikasi Aktivitas Rantai Nilai. Dilakukan perusahaan dalam proses perancangan, produksi, dan penyediaan layanan pelanggan. Pengembangan suatu rantai nilai bergantung pada jenis industrinya.
2. Mengembangkan Keunggulan Kompetitif dengan Memotong Biaya atau Menambah Nilai. Dalam hal ini perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal berikut :
a. Identifikasi keunggulan komparatif (kepemimpinan biaya/diferensiasi) b. Identifikasi kesempatan untuk menambah nilai. c. Identifikasi kesempatan untuk mengurangi biaya. d. Eksploitasi kaitan antara aktivitas dalam rantai nilai. Analisis Rantai Nilai pada Produksi Komputer Industri komputer menjadi contoh yang bagus untuk menunjukkan analisis rantai nilai pada penerapannya.
Analisis fungsional adalah analisis yang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan fungsional. Analisis Fungsional meliputi analisis pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan, operasi, organisasi dan manajemen.
. Analisis Pemasaran
Kekuatan dan kelemahan Pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan, pangsa pasar, kualitas produk, keanekaragaman produk, merek produk, kemasan produk, model produk, ukuran produk, garansi produk, kualitas pelayanan, efektifitas penetapan harga, efektifitas distribusi, efektifitas promosi, kekuatan penjualan, efektifitas inovasi dan cakupan geografis.
Kekutanan dan kelemahan sumberdaya manusia dapat ditunjukkan dari manajemen sumberdaya manusia, reputasi manajemen puncak, ketrampilan dan moral karyawan, kemampuan dan perhatian manajemen puncak, produktivitas karyawan, kualitas kehidupan karyawan, fleksibilitas karyawan, ketaatan karyawan terhadap aturan, efektivitas imbalan dalam memotivasi karyawan, dan pengalaman karyawan.
Sintesisn faktor-faktor strategi internal (Inter-nal Strategi Factors/IFAS), setelah mengamati lingkungan organisasi internal dan mengidentifikasi faktor-faktor strategi bagi perusahaan manajer strategis dapat meringkas analisis mereka dalam suatu bentuk. Dengan internal strategi factors summary (IFAS). IFAS membantu para manajer untuk mengatur faktor-faktor strategi dalam kategori-kategori kekuatan dan kelemahan.
Contoh:
IFAS: Maytag Corporation
Faktor strategi internal Bobot Peringkat Skor terbobot keterangan
Kekuatan
• Budaya Maytag
• Manajemen puncak berpengalaman
• Intregasi Vertikal
• Hubungan karyawan
• Orientasi Internasional Hoover
Kelemahan
• R&D yg berorientasi pada proses.
• Saluran distribusi
• Posisi finansial
• Posisi secara global
• Fasilitas pemanufakturan
15
05
10
05
15
05
05
15
20
05
5
4
4
3
3
2
2
2
2
4
75
20
40
15
45
10
10
30
40
20
Kualitas + kunci sukses
Mengerti tentang perlengkapan
Pabrik-pabrik yang berdedikasi
Baik tapi mulai memburuk.
Nama “Hoover” pada produk pembersihan.
Lambatnya produk baru.
Superstore mengantikan deler kecil.
Tingginya hutang.
Hoover lemah di luar UK & Australia.
Sedang berinvestasi.
Total 1.00 3.05
3. G Staine dan J Minner sarankan manajer menjawab pertanyaan sebelum memilih salah satu strategi, sebutkan 20 pertanyaan tersebut?
Jawab:
20 (Dua Puluh) Pertanyaan Untuk Menggevaluasi Strategi Terbaik.
1. Apakah strategi tersebut sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan? Jika tidak, arena bersaing baru yang kurang dikenal manajemen akan dimasuki.
2. Apakah strategi konsisten dengan lingkungan eksternal perusahaan?
3. Apakah strategi konsisten dengan kekuatan internal,tujuan, kebijakan, sumber daya, dan nilai personal dari para manajer dan karyawan? Sebuah strategi mungkin tidak perlu sesuai dengan hal tersebut, tapi ganguan utama harus dihindakan.
4. Apakah strategi mencerminkan risiko potensial minimal, mengimbanginya terhadap laba potensial maksimal yang konsistendengan sumber daya yang prospek perusahaan?
5. Apakah strategi cocok dengan ceruk dalam pasar perusahaan yang belum diisi oleh pesaing? Apakah ceruk itu akan terbika cukup lama bagi perusahaan untuk mendapatkan ROI ditambah dengan tingkat laba yang disyaratkan?( Ceruk-ceruk sering cepat tersisi.)
6. Apakah strategi tersebbut bertentangan dengan strategi perusahaan lain?
7. Apakah strategi dipecahkan lagi menjadi sub-strategi yang saling beraitan?
8. Pernahkah strategi diuji dengan kriteria yang layak (seperti konsistensi dengan tren masa lalu, sekarang, prospektif) dan dengan alat analitis yang tepat.
9. Sudahkah strategi diuji dengan mengembangkan rencana implementasi yang layak?
10. Apakah strategi benarr-benar sesuai dengan daur hidup produk perusahaan?
11. Apakah wwaktunya tepat?
12. Apakah strateggi membuat produk melawan pesaing yang kuat? Jika iya, maka lakukan evaluasi ulang dengan hati-hati.
13. Apakah strategi membuuat perusahaan menjadi tidak berdaya terhadap kekuatan satun pelanggan utama? Bila ya, pertimbanggkan kembali dengan hati-hati.
14. Apakah strategi melibatkan produksi—produksi baru untuk pasar yang baru? Bila ya, pertimbangkan kembali bengan hati-hati.
15. Apakah perusahaan mempercepat sebuah produk atau pasar baru? Bila ya, pertimbangkan kembali dengan hati-hati.
16. Apakah strategi meniru pesaing? Bila ya, pertimbangkan kembali dengan hati-hati.
17. Apakah mungkin perusahaan dapat mencapai pasar yang pertama dengan produk atau jasa baru? Bila ya, maka ini kunggulan yang sangat baik.
18. Apakah penilaian terhadap pesaing yang jujur dan akurat telah dibuat? Apakah pesaing diipandang dibawah estimasi atau diatas estimasi.
19. Apakah perusahaan mencoba menjual keluar negri sesuatu yang tidak dapat dijual di dalam negri? (biasanya bukan strategi yang sukses)
20. Apakah pangsa pasar cenderung cukup untuk memastikan ROI yang disyaratkan? (pangsa pasar dan ROI umumnya berkaitan tetapi berbeda dari satu produk/ pasar dengan produk/pasar lain. Apakah hubungan pasar dan produk sudah di kalkulasi?
4. Bagaimana pedoman untuk melakukan pengendalian yang tepat?
Jawab:
Dalam mendesain sistem pengendalian, manajemen puncak perlu mengingat bahwa pengendalian yang harus dilakukan harus sesuai dengan strategi yang ditetapkan. Klo pengendalian tidak mampu menjamin strategi dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sekalipun strategi tersebut digunakan dengan tepat, maka pengaruh sampingan disfungsional hampir dapat dipastikan merusak keseluruhan implementasi tersebut. Beberapa pedoman berikut ini direkomendasikan untuk melakukan pengendalian yang tepat:
1. Pengendalian yang dilakukan hanya melibatkan sejumlah kecil informasi yang diperlukan untuk memberikan gambaran yang dapat dipercaya mengenai suatu kejadian. Terlalu banyak pengendalian yang dilakukan hanya menciptakan kebingungan. Fokusnya hanya 20 faktor yang menentukan 80 persen yang ingin dicapai.
2. Pengendalian tersebut hanya memantau aktifitas dan hasil yang memiliki arti penting, dengan mengesampingkan kesulitan-kesulitan pengukuran yang mungkin muncul. Jika kerja sama antar divisi merupakan hal penting bagi kinerja perusahaan, maka beberapa ukuran kuantitatif dan kualitatif harus ditetapkan untuk menentukan kerja sama tersebut.
3. Pengendalian harus tepat pada waktunya sehinga dapat di ambil tindakan perbaiikan sebelum terlambat. Steeriing controls, atau pengendalian yang memantau atau mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, harus ditetapkan pengunanya sehingga informasi awal mengenai terjadinya sebuah masalah dapat segera diketahui.
4. Pengendalian jangka panjang harus dilakukan seperti halnya pengendalian jangka pendek karna penekanan yang hanya pada pengukuran-pengukuran jangka pendek hampir dapat dipastikan akan mengarah kepada orientasi menejerial jangka pendek.
5. Pengendalian harus menunjukan kekecualian dengan tepat, yaitu harus memperhatikan aktivitas atau hasilyang gaggal diluar batas toleransiyang telah ditetepkan sebelumnya.
6. Pengendalian harus digunakan untuk memenuhi pengghargaan yang akan diberikan atau melebihi standar yang telah ditetapkan, bukan untuk menghukum jegagalan dalam mencapai standar yang ada. Hukuman yyang berlebihan terhadap keggagalan biasanya akan mengakibatkan perubahan tujuan . para manajer akan memalsukan laaporan dan melakukan lobi untuk standar-standar yang lebih rendah.
Hal yang mengejutkan adalah perusahaan-perusahaan dengan mengelolah terbaik pun sering kali memiliki sedikit pengendalian sasaran yang formal. Mereka hanya memfokuskan pada faktor-faktor pentting yang mempengaruhi kesuuksesan dan mengawasi faktor-faktor lainnya karna budaya perusahaan. Jika budaya perusahaan melengkapi dan memperkuat orientasi strateginya, maka perusahaan biasanya hanya membutuhkan sedikit sistem strateginya, maka perusahaan biasanya hanya membutuhkan sedikit sistem pengendalian formal yang intensif.
Manajemen strategis
NAMA : ANI FARIHATUNNISWAH
NPM : N200710029
DOSEN: H. SUKISTIYANTO,DRS,M.BUS
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
Jawab:
perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan, dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan. Perumusan strategi meliputi menentikan misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, pengembangan setrategi, dan penetapan pedoman kebijaksanaan.
Pengamatan lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel (peluang dan ancaman) yang berada diluar organisasi dan tidak secara khusus dalam pengendaliann jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebutmembentuk keadaan dimana organisasi itu hidup. Lingkungan eksternal memiliki 2 (dua) bagian : lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Lingkungan kerja terdiri dari elemen-elemen atau kelompok secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi. Beberapa elemen tersebut adalah Pemegang saham, Pemerintah, Pemasok, Komunitas lokal, Pesaing, Pelangan, Kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan. Lingkungan sosial terdiri dari kekuatan umum- kekuatan itu tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka pendek.
VARIABEL –VARIABEL LINGKUNGAN
Lingkungan sosial
Kekuatan kekuatan
sosiokultural ekonomi
Kekuatan Kekuatan
Politik-Hukum Teknologi
Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan tantangan/ ancaman(threats) yang mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk mensukseskan organisasi. Analisis lingkungan adalah suatu proses yang digunakan perencana-perencana strategi untuk memantau lingkungan dalam menentukan peluang atau ancaman.
Seperti dalam organisasi bisnis, analisis lingkungan sangat penting karena mencoba mengidentifikasikan peluang (opportunities) bisnis yang perlu dengan segera mendapatkan perhatian eksekutif, dan disaat yang sama diarahkan untuk mengetahui ancaman (threats) bisnis yang perlu mendapatkan antisipasi. Untuk keperluan dimaksud, pertama analisis lingkungan bisnis berusaha untuk mengidentifikasi sejumlah variabel pokok yang berada diluar kendali perusahaan yang diperkirakan memiliki pengaruh nyata. Dengan demikian, analisis lingkungan bisnis hanya berusaha mengumpulkan dan menganalisis sejumlah variabel secara terbatas (finite). Analisis lingkungan bisnis hendaknya tidak sampai terjerumus untuk berusaha menganalisis sebanyak mungkin variabel (infinite)
Lingkungan perlu dianalisis karena :
1. Agar pembuat strategi dapat mengantisipasi setiap kesempatan dan membantu mengembangkan sistem pemecahan tujuan perusahaan/organisasi (early warning system)
2. Untuk dapat mengefektifkan proses manajemen strategi, karena dengan melakukan analisis lingkungan hasil yang akan diperoleh lebih efektif.
3. Untuk membantu manajer dalam meramalkan dampak lingkungan terhadap perkembangan perusahaan. Terkumpulnya berbagai organisasi dari lingkungan, memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.
Analisis Lingkungan Dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu :
1. Menganalisis hubungan antara strategi perusahaan dan tanggapan terhadap lingkungan, yang dipakai sebagai landasan untuk membandingkan strategi yang sedang berjalan dengan strategi yang potensial yang akan datang.
2. Menganalisis kecenderungan faktor dan masalah utama yang potensial yang akan datang.
3. Mencoba meramalkan kemungkinan yang akan terjadi pada masa akan datang terhadap lingkungan.
Pada dasarnya struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen utama, yaitu:
lingkungan eksternal (Makro)
lingkungan internal (Mikro)
Lingkungan Eksternal Organisasi (1) :
• Lingkungan Langsung
1.Lingkungan yang mempengaruhi organisasi secara langsung (Stakeholders).
Lingkungan Langsung Eksternal :
Lingkungan langsung yang berada di luar organisasi, contoh: konsumen, pemasok, dan pesaing.
Lingkungan Internal :
Lingkungan yang langsung berada di dalam organisasi, contoh: karyawan, dewan komisaris.
Elemen Lingkungan Umum :
Lingkungan yang tidak mempengaruhi secara langsung suatu organisasi.
• Lingkungan Eksternal Organisasi (2):
Sosial :
Demografi, gaya hidup, dan nilai sosial.
Variabel Ekonomi :
Pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan perubahan struktur ekonomi.
Variabel Politik :
Peraturan pemerintah, dan perubahan struktur kepemerintahan.
Variabel Teknologi :
Teknologi komputasi, telekomunikasi, bioteknologi, dan lainnya.
Dimensi Internasional: Era globalisasi
Pengamatan Lingkungan Eksternal
• Lingkungan Eksternal Organisasi (3)
Model Hubungan Organisasi – Lingkungan
o Pengaruh Lingkungan terhadap Organisasi
James D. Thomso
Stabil dinamis Tingkat perubahan
Sederharna
Tingkat homogenitas
Kompleksitas
• Lingkungan Eksternal Organisasi (4):
o Lima Kekuatan Kompetisi
Menentukan daya tarik suatu industri.
• Halangan masuk produk (barrier to entry)
• Pemasok
• Pembeli
• Ancaman Substitusi
• Pesaing di Industri
o Strategi Menghadapi Lingkungan
Ada tiga strategi:
• Mempengaruhi lingkungan langsung, misal “melobi” pemerintah, menggunakan iklan dan promosi untuk mengubah perilaku konsumen.
• Memonitor lingkungan tidak langsung, misal mengamati perubahan variabel demografis, sosial, dan ekonomi.
• Menyesuaikan diri terhadap lingkungan, misal mengubah desain organisasi agar sesuai dengan lingkungannya.
Dalam melakukan pengamatan lingkungan, Manajer Strategi pertama-tama harus mengetahui berbagai variabel yang ada dalam lingkungan sosial dan lingkungan kerja. Lingkungan sosial termaksud kekuatan umum yang secara tidak langsung berhubungan dengan aktivitas-aktivitas organisasi jangka pendek tetapi dapat dan sering kali dapat mempengaruhi keputusan jangka panjang seperti:
• Kekuatan Ekonomi yang mengatur pertukaran material, uang, energi, dan informasi. Contoh : ketika suku bunga meningkat, dana yang dibutuhkan untuk ekspansi modal menjadi lebih mahal atau tidak tersedia. Juga ketika suku bunga naik, pendapatan yang dapat dibelanjakan maupun permintaan terhadap barang, menurun. Ketika harga saham meningkat, ketertarikan atas saham sebagai sumber modal untuk pengembangan pasar meningkat. Begitu juga ketika pasar meningkat, kekayaan konsumen dan bisnis bertambah.
Rendahnya nilai dolar memberikan keuntungan pada ekonomi AS dalam banyak hal. Pertama, hal ini membantu menghindari risiko deflasi di AS dan juga mengurangi defisit perdagangan AS. Selain itu, rendahnya nilai dolar meningkatkan penjualan luar negeri dan laba perusahaan domestik, terima kasih atas keuntungan yang disebabkan oleh dolar, dan mendorong negara asing untuk menurunkan suku bunga dan mengendurkan kebijakan fiskal mereka, yang memacu ekspansi ekonomi dunia.
• Kekuatan Teknologi yang menghasilkan penemuan pemecahan masalah. Internat berperan sebagai mesin ekonomi nasional dan bahkan global yang mendorong produktivitas, suatu faktor penting dalam kemampuan suatu negara dalam meningkatkan standar hidup; dan ia menghemat miliaran dolar uang perusahaan untuk biaya distribusi dan transaksi dari penjualan langsung menjadi sistem mandiri (self-service system).
Internet menubah sifat dasar peluang dan ancaman dengan mengubah siklus hidup produk, meningkatkan kecepatan distribusi, menciptakan produk dan jasa baru, menghapus keterbatasan dari pasar geografis tradisional, dan mengubah sejarah trade-off antara standarisasi dan fleksibilitas produksi.
Untuk memanfaatkan e-commerce secara efektif, sejumlah organisasi menciptakan dua posisi baru dalam perusahaannya: direktur informasi (chief information officer—CIO) dan direktur teknologi (chief technologi officer—CTO).
• Kekuatan hukum politik yang mengalokasikankekuasaan dan menyediakan pemaksaan dan perlindungan hukum dan aturan-aturan. Pemerintah negara federal, bagian, lokal, dan asing adalah pembuat peraturan utama, deregulator, pemberi subsidi, pemilik, dan pelanggan organisasi. Faktor politik, pemerintah, dan hukum, oleh karenanya, dapat menjadi peluang atau ancaman utama untuk perusahaan kecil maupun besar.
Untuk perusahaan dan industri baru yang bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi, ramalan politik dapat menjadi bagian yang paling penting dalam audit eksternal. Perubahan dalam undang-undang paten, peraturan antimonopoli (antitrust), tarif pajak, dan aktivitas lobi dapat memengaruhi perusahaan secara signifikan.
Meningkatnya keterkaitan global antara ekonomi, pasar, pemerintah, dan organisasi mengharuskan perusahaan untuk memikirkan pengaruh variabel politik terhadap formulasi dan implementasi strategi yang kompetitif.
Peramalan politik dapat menjadi penting dan kompleks untuk perusahaan multinasional yang mengandalkan negara lain untuk sumber daya alam, fasilitas, distribusi produk, bantuan khusus, atau pelanggan. Penyusun strategi harus memiliki keterampilan yang memungkinkan untuk menghadapi lebih banyak masalah menyangkut hukum dan politik dibanding penyusun strategi masa sebelumnya
• Kekuattan Sosikultural yang mengatur nilai-nilai adat istiadat dan kebiasaan lingkungan. Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hampir semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan. Organisasi kecil, besar, berorientasi laba dan nirlaba dalam semua industri telah dikejutkan dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang berasal dari perubahan variable sosial, budaya, demografi, dan lingkungan.
Tren sosial, budaya, demografi, dan lingkungan membentuk orang Amerika hidup, bekerja, berproduksi, dan mengonsumsi. Tren baru menciptakan tipe konsumen yang berbeda dan akibatnya, kebutuhan akan barang yang berbeda, jasa yang berbeda, dan strategi yang berbeda.
Tren tentang orang Amerika yang semakin tua adalah berita baik bagi restoran, hotel, maskapai penerbangan, kapal pesiar, tur, tempat peristirahatan, taman hiburan, produk dan jasa mewah, kendaraan rekreasi, pembangun rumah, dll. Orang Amerika yang lebih tua tertarik khususnya kepada pelayanan kesehatan, jasa keuangan, travel, pencegahan kriminal dan hiburan.
Mengidentifikasi faktor-faktor strategi eksternal.
Manajemen strategi harus terlibat dalam pengamatan lingkungan dengan memonitor sinyal-sinyal kelemahan dan kekuatan yang ada dilingkungan. Salah satu cara untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengembangan dalam lingkungan sosial adalah dengan mengunakan matrik. Pertama, identifikasi kira-kira tiga atau lebih kecenderungan yang muncul disetiap kekuatan yang ada dalam lingkungan sosial. Kedua berusaha memastikan pengaruh yang paling mungkin –jika ada, dari setiap kecenderungan tersebut terhadap 10 elemen yang ada di lingkungan kerja perusahaan (kelompok stakeholder). Sbagai contoh: jika mulai ada periode pertumbuhan ekonomi yang cepat, daftarkanlah salah satu kekuatan ekonomi dalam lingkungan sosial dan coba mengidentifikasi pengaruh terhadap elemen kerja yang paling mungkin terpengaruhi. Pendekatan tersebut memungkinkan manajer strategis mengestimasi bagaimana perkembangan di masa yang akan datang mempengaruhi perusahaan melalui pengaruh-pengaruhnya terhadap elemen-elemen dalam lingkungan kerja perusahaan.
Contoh : IFAS (Extenal Strategic Factors summary): Maytag
Faktor straategi eksternal Bobot Pringkat Skor terbobot keterangan
Peluang
• Integrasi Ekonomi komunitas orang eropa
• Demografi yg mendukung peralatan yg berkualitas.
• Perkembangan ekonomi di asia.
• Terbukanya Eropa Timur.
• Kecenderungan ‘superstores’
Ancaman
• PP yg semakin ketat dan banyak.
• Persaingan ketat di AS
• Whirlpool dan Electrlux kuat secara global
• Kemajuan produk baru
• Perusahaan peralatan jepang
20
10
05
05
10
10
10
15
05
10
4
5
1
2
2
4
4
3
1
2
80
50
05
10
20
40
40
45
05
20
Akuisisi hoover
Kualitas maytag
Kehadiran yang lambat dari maytag.
Akan memakan waktu
Maytag lemah dalam saluran ini.
Terposisi dengan baik.
Terposisi dengan baik.
Hoover lemah secara global.
Masih dipertanyakan.
Hanya produk asia yang hadir di asia.
Total 1.00 3.15
2. Manajemen Strategi juga melihat kedalam perusahaan untuk mengidentifikasi faktor strategi internal, Jelaskan?
Jawab:
Manajer melihat ke dalam perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategi internal yaitu kekuatan dan kelemahan yang juga akan menentukan apakah perusahaan mampu mengambil keuntungan dan peluang-peluang yang ada sambil menghindari ancaman-ancaman.
Kekuatan
Dua faktor yang berkontribusi terhadap kekuatan Anda: kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Kemampuan dievaluasi di 3 hitungan: Fleksibilitas: Anda kemampuan untuk beradaptasi ke lingkungan yang selalu berubah.
Pertumbuhan: kemampuan Anda untuk mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pasar: kemampuan Anda untuk menembus atau menciptakan pasar baru.
Kekuatan sumber daya memiliki tiga dimensi:
Ketersediaan: kemampuan Anda untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.
Kualitas: kualitas dan up-to-dateness dari sumber daya yang digunakan.
Alokasi: kemampuan Anda untuk mendistribusikan sumber daya baik secara efektif dan efisien.
Kelemahan
Kelemahan-kelemahan Anda ditentukan melalui kegagalan, kekalahan, kerugian dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan situasi yang dinamis dan cepat berubah. Kelemahan mungkin berakar pada kurangnya kemampuan manajerial, tidak cukup kualitas, keterbelakangan teknologi, sistem yang tidak memadai atau proses, lambat pengiriman, atau kekurangan sumber daya.
Faktor-faktor internal dapat dipandang sebagai kekuatan atau kelemahan tergantung pada dampaknya terhadap tujuan organisasi. Apa yang dapat mewakili kekuatan yang berkaitan dengan satu tujuan mungkin kelemahan untuk tujuan lain. Faktor-faktor yang dapat mencakup semua 4P itu; serta kepegawaian, keuangan, kemampuan manufaktur, dan sebagainya. Faktor-faktor eksternal dapat mencakup masalah-masalah makro ekonomi, perubahan teknologi, undang-undang, dan perubahan sosial-budaya, serta perubahan-perubahan dalam pasar atau posisi kompetitif. Hasilnya sering disajikan dalam bentuk matriks.
Analisis SWOT adalah salah satu metode kategorisasi dan memiliki kelemahan. Sebagai contoh, mungkin cenderung untuk membujuk perusahaan untuk mengkompilasi daftar daripada berpikir tentang apa yang sebenarnya penting dalam mencapai tujuan. Ini juga menyajikan daftar yang dihasilkan tidak kritis dan tanpa prioritas yang jelas sehingga, misalnya, peluang lemah mungkin muncul untuk menyeimbangkan ancaman kuat.
Adalah bijaksana untuk tidak terlalu cepat menghilangkan setiap calon SWOT entri. Pentingnya SWOTs individu akan dinyatakan oleh nilai strategi yang dihasilkannya. Sebuah item yang SWOT menghasilkan strategi berharga adalah penting. Sebuah SWOT barang yang tidak menghasilkan strategi yang tidak penting.
Perusahaan perencanaan
Sebagai bagian dari pengembangan strategi dan rencana untuk memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya, maka organisasi itu akan menggunakan sistematis / ketat proses yang dikenal sebagai perencanaan perusahaan. SWOT bersama PEST / lalu dapat digunakan sebagai dasar untuk analisis bisnis dan faktor lingkungan.
•Menetapkan tujuan – organisasi mendefinisikan apa yang akan dilakukan
•Lingkungan scanning
o Penilaian internal dari organisasi SWOT, ini harus mencakup penilaian terhadap situasi sekarang serta portofolio produk / jasa dan analisis tentang produk / jasa siklus hidup
•Analisis strategi yang ada, ini harus menentukan relevansi dari hasil internal / eksternal penilaian. Ini mungkin termasuk analisis kesenjangan yang akan melihat faktor-faktor lingkungan
•Isu Strategis didefinisikan – faktor kunci dalam pengembangan rencana perusahaan yang perlu ditangani oleh organisasi
•Mengembangkan baru / direvisi strategi – direvisi analisis isu-isu strategis dapat berarti tujuan perlu berubah
•Menetapkan faktor penentu keberhasilan – pencapaian tujuan dan strategi pelaksanaan
•Persiapan operasional, sumber daya, rencana proyek implementasi strategi
•Hasil pemantauan – pemetaan terhadap rencana, mengambil tindakan korektif yang dapat berarti mengubah tujuan / strategi.
Pemasaran
Dalam banyak analisis pesaing, pemasar membangun profil rinci dari setiap pesaing di pasar, dengan fokus terutama pada kompetitif relatif mereka kekuatan dan kelemahan menggunakan analisis SWOT. Manajer pemasaran akan meneliti masing-masing struktur biaya pesaing, sumber keuntungan, sumber daya dan kompetensi, posisi kompetitif dan diferensiasi produk, tingkat integrasi vertikal, sejarah tanggapan terhadap perkembangan industri, dan faktor lainnya.
Pemasaran manajemen sering menemukan perlu untuk berinvestasi dalam penelitian untuk mengumpulkan data akurat yang diperlukan untuk melakukan analisis pemasaran. Oleh karena itu, manajemen sering melakukan riset pasar (secara bergantian riset pemasaran) untuk memperoleh informasi iniPemasar menggunakan berbagai teknik untuk melakukan riset pasar, tetapi beberapa yang lebih umum meliputi:
•Riset pemasaran kualitatif, seperti kelompok fokus
•Riset pemasaran kuantitatif, seperti survei statistik
•Eksperimental teknik seperti pasar uji
•Pengamatan teknik seperti etnografi (on-site) observasi
•Manajer pemasaran dapat juga merancang dan mengawasi berbagai lingkungan intelijen kompetitif pemindaian dan proses untuk membantu mengidentifikasi tren dan menginformasikan analisis pemasaran perusahaan.
Pendekatan terhadap pengamatan dan Analisis Internal, para Manajer strategis harusnya mengenali variabel-variabel dalam perusahaan mereka yang mungkin merupakan kekuatan atau kelemahanyang penting. Sebuah variabel adalah kekuatan apabila menyediakan keunggulan kompetitif. Keunguggulan kompetitif adalah sesuatu yang dilakukan perusahaanatou perpotensi untuk dilakukan dengan lebih baik secara relatifterhadap kecakapan pesaing yang sudah ada ataupun potensial. Sebuah variabel merupakan kelemahan apabilaberupa sesuatu yang tidak dilakukan dengan baik oleh perusahaan atau perusahaan tidak mempunyai kapasitas tersebut. Dalam mengevaluasi variabel-variabel tersebut, manajemen harus mengetahui apakah variabel-variabel tersebut merupakan faktor strategi internal (strategic internal factors), yaitu kekuatan dan kelemahan khusus untuk perusahaan yang membantu menentukan masa depan. Satu cara untuk melakukanya adalahdengan membandingkan pengukuran variabel-variabel tersebut dengan mengukur:
1. Kinerja masa lalu perusahaan.
2. Pesaing kunci perusahaan.
3. Industri sebagai satu kesatuan.
Apabila suatu variabel (misal keadaan keuangan) secara signifikan berada dengan kinerja masa lalu, pesaing kunci perusahaan atau rata-rata industri, maka variabel tersebut kemungkinan besar merupakan fakror strategis dan harus dilibatkan dalam keputusan-keputusanstrategi.manajer strategi dapat mengamati dan menganalisis variabel interna; dengan mengunakan slah satu atau kombinasi dari tiga pendekatan ini: analisis PIMS, analisis rantai (value chain analysis), dan analisis fungsional.
Analisis PIMS adalah analisis yang mengindentifikasi faktor-faktor strategis utama yang mempengaruhi 80% profitabilitas.pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960 sebagai proyek internal perusahaan General Electric (GE). Dalam analisis ini yang akan digunakan adalah strategi mana yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dalam analisis ini yang menjadi ukuran adalah model strategi yang digunakan dan tingkat kembali modal yang diperoleh perusahaan. Karakteristik yang tercakup dalam analisis ini adalah: a) intensitas investasi, b) pangsa pasar, c) pertumbuhan pasar, d) daur kehidupan barang, e) rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan. Ukuran yang digunakan adalah ROI ( Return of Investment). Perusahaan dengan ROI yang tinggi mempunyai ciri-ciri:
1. Intensitas Investasi rendah.
2. Pangsa pasar tinggi.
3. Kualitas produk relatif tinggi.
4. Pemanfaatan kapasitas tinggi
5. Efektivitas operasional tinggi.
6. Biaya langsung perunit relatif rendah terhadap persaingan.
Analisis rantai nilai (value chain analysis)adalah alat analisis strategi yang digunakan untuk lebih memahami keunggulan kompetitif perusahaan, mengidentifikasi di mana nilai bagi pelanggan dapat ditingkatkan atau biaya dapat diturunkan, dan lebih memahami hubungan perusahaan dengan pemasok, pelanggan, dan perusahaan lainnya dalam industri yang sama.
Manajemen dapat memahami dengan lebih baik keunggulan kompetitif dan strategi perusahaan dengan memisahkan operasi-operasinya berdasarkan aktivitas. Pertimbangan yang hati-hati pada tiap aktivitas juga harus mengidentifikasi aktivitas-aktivitas di mana perusahaan paling kompetitif dan paling tidak kompetitif.
Analisis rantai nilai berfokus pada keseluruhan rantai nilai produk, mulai dari perancangan, produksi, sampai pelayanan purna jual. Konsep yang mendasari analisis adalah setiap perusahaam menempati bagian tertentu atau bagian-bagian dari seluruh rantai nilai ini. Penentuannya berdasarkan pada pertimbangan keunggulan komparatif dari masing-masing perusahaan.
Analisis rantai nilai memiliki dua langkah :
1. Mengidentifikasi Aktivitas Rantai Nilai. Dilakukan perusahaan dalam proses perancangan, produksi, dan penyediaan layanan pelanggan. Pengembangan suatu rantai nilai bergantung pada jenis industrinya.
2. Mengembangkan Keunggulan Kompetitif dengan Memotong Biaya atau Menambah Nilai. Dalam hal ini perusahaan harus mempertimbangkan hal-hal berikut :
a. Identifikasi keunggulan komparatif (kepemimpinan biaya/diferensiasi) b. Identifikasi kesempatan untuk menambah nilai. c. Identifikasi kesempatan untuk mengurangi biaya. d. Eksploitasi kaitan antara aktivitas dalam rantai nilai. Analisis Rantai Nilai pada Produksi Komputer Industri komputer menjadi contoh yang bagus untuk menunjukkan analisis rantai nilai pada penerapannya.
Analisis fungsional adalah analisis yang mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan fungsional. Analisis Fungsional meliputi analisis pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan, operasi, organisasi dan manajemen.
. Analisis Pemasaran
Kekuatan dan kelemahan Pemasaran dapat dilihat dari reputasi perusahaan, pangsa pasar, kualitas produk, keanekaragaman produk, merek produk, kemasan produk, model produk, ukuran produk, garansi produk, kualitas pelayanan, efektifitas penetapan harga, efektifitas distribusi, efektifitas promosi, kekuatan penjualan, efektifitas inovasi dan cakupan geografis.
Kekutanan dan kelemahan sumberdaya manusia dapat ditunjukkan dari manajemen sumberdaya manusia, reputasi manajemen puncak, ketrampilan dan moral karyawan, kemampuan dan perhatian manajemen puncak, produktivitas karyawan, kualitas kehidupan karyawan, fleksibilitas karyawan, ketaatan karyawan terhadap aturan, efektivitas imbalan dalam memotivasi karyawan, dan pengalaman karyawan.
Sintesisn faktor-faktor strategi internal (Inter-nal Strategi Factors/IFAS), setelah mengamati lingkungan organisasi internal dan mengidentifikasi faktor-faktor strategi bagi perusahaan manajer strategis dapat meringkas analisis mereka dalam suatu bentuk. Dengan internal strategi factors summary (IFAS). IFAS membantu para manajer untuk mengatur faktor-faktor strategi dalam kategori-kategori kekuatan dan kelemahan.
Contoh:
IFAS: Maytag Corporation
Faktor strategi internal Bobot Peringkat Skor terbobot keterangan
Kekuatan
• Budaya Maytag
• Manajemen puncak berpengalaman
• Intregasi Vertikal
• Hubungan karyawan
• Orientasi Internasional Hoover
Kelemahan
• R&D yg berorientasi pada proses.
• Saluran distribusi
• Posisi finansial
• Posisi secara global
• Fasilitas pemanufakturan
15
05
10
05
15
05
05
15
20
05
5
4
4
3
3
2
2
2
2
4
75
20
40
15
45
10
10
30
40
20
Kualitas + kunci sukses
Mengerti tentang perlengkapan
Pabrik-pabrik yang berdedikasi
Baik tapi mulai memburuk.
Nama “Hoover” pada produk pembersihan.
Lambatnya produk baru.
Superstore mengantikan deler kecil.
Tingginya hutang.
Hoover lemah di luar UK & Australia.
Sedang berinvestasi.
Total 1.00 3.05
3. G Staine dan J Minner sarankan manajer menjawab pertanyaan sebelum memilih salah satu strategi, sebutkan 20 pertanyaan tersebut?
Jawab:
20 (Dua Puluh) Pertanyaan Untuk Menggevaluasi Strategi Terbaik.
1. Apakah strategi tersebut sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan? Jika tidak, arena bersaing baru yang kurang dikenal manajemen akan dimasuki.
2. Apakah strategi konsisten dengan lingkungan eksternal perusahaan?
3. Apakah strategi konsisten dengan kekuatan internal,tujuan, kebijakan, sumber daya, dan nilai personal dari para manajer dan karyawan? Sebuah strategi mungkin tidak perlu sesuai dengan hal tersebut, tapi ganguan utama harus dihindakan.
4. Apakah strategi mencerminkan risiko potensial minimal, mengimbanginya terhadap laba potensial maksimal yang konsistendengan sumber daya yang prospek perusahaan?
5. Apakah strategi cocok dengan ceruk dalam pasar perusahaan yang belum diisi oleh pesaing? Apakah ceruk itu akan terbika cukup lama bagi perusahaan untuk mendapatkan ROI ditambah dengan tingkat laba yang disyaratkan?( Ceruk-ceruk sering cepat tersisi.)
6. Apakah strategi tersebbut bertentangan dengan strategi perusahaan lain?
7. Apakah strategi dipecahkan lagi menjadi sub-strategi yang saling beraitan?
8. Pernahkah strategi diuji dengan kriteria yang layak (seperti konsistensi dengan tren masa lalu, sekarang, prospektif) dan dengan alat analitis yang tepat.
9. Sudahkah strategi diuji dengan mengembangkan rencana implementasi yang layak?
10. Apakah strategi benarr-benar sesuai dengan daur hidup produk perusahaan?
11. Apakah wwaktunya tepat?
12. Apakah strateggi membuat produk melawan pesaing yang kuat? Jika iya, maka lakukan evaluasi ulang dengan hati-hati.
13. Apakah strategi membuuat perusahaan menjadi tidak berdaya terhadap kekuatan satun pelanggan utama? Bila ya, pertimbanggkan kembali dengan hati-hati.
14. Apakah strategi melibatkan produksi—produksi baru untuk pasar yang baru? Bila ya, pertimbangkan kembali bengan hati-hati.
15. Apakah perusahaan mempercepat sebuah produk atau pasar baru? Bila ya, pertimbangkan kembali dengan hati-hati.
16. Apakah strategi meniru pesaing? Bila ya, pertimbangkan kembali dengan hati-hati.
17. Apakah mungkin perusahaan dapat mencapai pasar yang pertama dengan produk atau jasa baru? Bila ya, maka ini kunggulan yang sangat baik.
18. Apakah penilaian terhadap pesaing yang jujur dan akurat telah dibuat? Apakah pesaing diipandang dibawah estimasi atau diatas estimasi.
19. Apakah perusahaan mencoba menjual keluar negri sesuatu yang tidak dapat dijual di dalam negri? (biasanya bukan strategi yang sukses)
20. Apakah pangsa pasar cenderung cukup untuk memastikan ROI yang disyaratkan? (pangsa pasar dan ROI umumnya berkaitan tetapi berbeda dari satu produk/ pasar dengan produk/pasar lain. Apakah hubungan pasar dan produk sudah di kalkulasi?
4. Bagaimana pedoman untuk melakukan pengendalian yang tepat?
Jawab:
Dalam mendesain sistem pengendalian, manajemen puncak perlu mengingat bahwa pengendalian yang harus dilakukan harus sesuai dengan strategi yang ditetapkan. Klo pengendalian tidak mampu menjamin strategi dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sekalipun strategi tersebut digunakan dengan tepat, maka pengaruh sampingan disfungsional hampir dapat dipastikan merusak keseluruhan implementasi tersebut. Beberapa pedoman berikut ini direkomendasikan untuk melakukan pengendalian yang tepat:
1. Pengendalian yang dilakukan hanya melibatkan sejumlah kecil informasi yang diperlukan untuk memberikan gambaran yang dapat dipercaya mengenai suatu kejadian. Terlalu banyak pengendalian yang dilakukan hanya menciptakan kebingungan. Fokusnya hanya 20 faktor yang menentukan 80 persen yang ingin dicapai.
2. Pengendalian tersebut hanya memantau aktifitas dan hasil yang memiliki arti penting, dengan mengesampingkan kesulitan-kesulitan pengukuran yang mungkin muncul. Jika kerja sama antar divisi merupakan hal penting bagi kinerja perusahaan, maka beberapa ukuran kuantitatif dan kualitatif harus ditetapkan untuk menentukan kerja sama tersebut.
3. Pengendalian harus tepat pada waktunya sehinga dapat di ambil tindakan perbaiikan sebelum terlambat. Steeriing controls, atau pengendalian yang memantau atau mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, harus ditetapkan pengunanya sehingga informasi awal mengenai terjadinya sebuah masalah dapat segera diketahui.
4. Pengendalian jangka panjang harus dilakukan seperti halnya pengendalian jangka pendek karna penekanan yang hanya pada pengukuran-pengukuran jangka pendek hampir dapat dipastikan akan mengarah kepada orientasi menejerial jangka pendek.
5. Pengendalian harus menunjukan kekecualian dengan tepat, yaitu harus memperhatikan aktivitas atau hasilyang gaggal diluar batas toleransiyang telah ditetepkan sebelumnya.
6. Pengendalian harus digunakan untuk memenuhi pengghargaan yang akan diberikan atau melebihi standar yang telah ditetapkan, bukan untuk menghukum jegagalan dalam mencapai standar yang ada. Hukuman yyang berlebihan terhadap keggagalan biasanya akan mengakibatkan perubahan tujuan . para manajer akan memalsukan laaporan dan melakukan lobi untuk standar-standar yang lebih rendah.
Hal yang mengejutkan adalah perusahaan-perusahaan dengan mengelolah terbaik pun sering kali memiliki sedikit pengendalian sasaran yang formal. Mereka hanya memfokuskan pada faktor-faktor pentting yang mempengaruhi kesuuksesan dan mengawasi faktor-faktor lainnya karna budaya perusahaan. Jika budaya perusahaan melengkapi dan memperkuat orientasi strateginya, maka perusahaan biasanya hanya membutuhkan sedikit sistem strateginya, maka perusahaan biasanya hanya membutuhkan sedikit sistem pengendalian formal yang intensif.
Manajemen strategis
NAMA : ANI FARIHATUNNISWAH
NPM : N200710029
DOSEN: H. SUKISTIYANTO,DRS,M.BUS
SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI MANDALA INDONESIA (STIAMI)
Langganan:
Postingan (Atom)